LMA Amungme Tsingwarop Resmi Terbentuk

share on:

Timika, HP

Setelah melakukan pemilihan ketua dan pengurus, Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Amungme tiga kampung Tsinga Waabanti dan Aroanop (Tsingwatop) resmi terbentuk. LMA Amungme Tsingwarop siap menjalankan fungsinya memperjuangkan hak ulayat masyarakat tiga kampung. Terbentuknya LMA Amungme Tsingwarop ditandai dengan pembubaran panitia pemilihan pengurus dan ibadah syukur di Honai Sekretariat Forum Pemilik Hak Sulung (FPHS) di Jalan C Heatubun, Kamis (16/1/2020).

LMA Amungme Tsingwarop merupakan lembaga adat tiga kampung  yang didukung oleh FPHS yang merupakan pemekaran dari LEMASA dan telah memberikan rekomendasi. LMA Amungme Tsingwarop terbentuk atas dorongan dari FPHS untuk melindungi atas hak ulayat masyarakat tiga desa Tsingwarop.

Ketua LMA Amungme Tsingwarop terpilih Jaya Abogau menjelaskan LMA Amungme Tsingwarop akan mendampingi FPHS untuk bekerjasama untuk bersama-sama memperjuangkan hak-hak di tiga desa Tsingwarop. Pembentukan lembaga adat ini untuk mengangkat harga diri masyarakat tiga kampung Tsingwarop yang selama ini tidak pernah diperhatikan sebagai pemilik hak atas hak ulayat.

Lanjutnya FPHS bersama Lembaga sudah memiliki dasar yang kuat untuk bisa dihargai dan diperhatikan sebagai pemilik hak ulayat yang selama ini tidak dianggap oleh pihak perusaan maupun pehak pemerintah. Sehingga apapun kepentingan yang menyangkut hak ulayat di tiga desa tersebut harus melalui klembaga ada yang sudah terbentuk tersebut.

“Dengan terbentuknya lembaga ini selain di dukung oleh FPHS nantinya memperkuat hak-hak masyarakat kecil khususnya masyarakat tiga kampung Tsingwarop yang dimana hingga saat ini tidak pernah diperhatikan oleh perusahaan maupun pemerintah,” jelasnya.

Berikut susunan pengurus LMA Amungme Tsingwarop yang dipilih oleh masyarakat melalui pemilihan yang dilakukan berdasarkan suara terbanyak yang diikuti oleh 418 suara yaitu dari masyarakat tiga kampung Tsinga Waabanti dan Aroanop. Untuk Ketua Jaya Abogau, Wakil ketua Sopian Kum, Sekretaris Lembaga Yulius Janampa, Bendahara harian lembaga Luther Bugaleng, Seksi hubungan Adat Arnold Beanal dan Seksi hubungan kemitraan Perion Janampa.

Sementara Sekretaris I FPHS Yohan Sonngonaumenambahkan bahwa untuk status hukum dari LMA Amungme Tsingwarop sendiri sudah di daftakan ke Notaris dan sedang dalam proses administrasi dan tinggal menunggu surat keputusan dari pengadilan untuk di tandatangani.

“Status hukumnya mereka ini sudah di daftarkan ke Sri Widodo untuk di buatkan akta Notaris, nanti lembaga juga sekarang di pengadilan nanti kalau sudah dapat nama ketua menandatangani dan akta notarisnya keluar,” tutur Yohan.

Selanjutnya Ketua FPHS Yafet Manga Beanal menambahkan bahwa pihaknya mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh masyarakat khususnya tiga kampung yang sudah membentuk dan mendukung atas terbentuknya LMA Amungme Tsingwarop. FPHS juga sangat memberikan dukungan penuh atas terbentuknatnya lembaga adat tersebut untuk memperjuangkan dan mengangkat harga diri masyarakat tiga kampung sebagai pemilik hak ulayat.

“Kami ucapkan terima kasih kepada penguruas lembaga yang sudah terpilih, selanjutnya FPHS sifatnya hanya mendukung dan tidak akan menginterfensi lembaga yang sudah ada dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya memperjuangkan harkat dan martabat masyarakat tiga kampung selaku pemilik hak ulayat,” ungkapnya. (reg)

share on:

Leave a Response