Komitmen Freeport Benahi Lembaga Penerima Dana Kemitraan

share on:
Arnold Kayame Foto : Ricky/HP

Timika, HP

Vice President Community Relations PT Freeport Indonesia (PTFI) Arnold Kayame mengatakan pasca perubahan status Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme Kamoro (LPMAK) menjadi yayasan, ke depan pihaknya akan pembenahi semua lembaga yang menerima dana kemitraan  dari PTFI untuk lebih terarah tujuan dan fokus pada masyarakat serta tunduk pada aturan-aturan yang berlaku.

“Salah satu hal yang perusahaan secara umum melihat bahwa ke depan harus ada sesuatu yang berubah, maka perusahaan dalam hal ini sudah mulai komitmen untuk bagaimana membenahi semua lembaga,” kata Arnold Kayame saat ditemui di Resto Cendrawasih 66, Senin (2/12).

Menurut Arnold, bantuan yang datang tidak hanya dari Freeport tapi juga dari pemerintah, sehingga menjadi dasar dan perhatian bersama pemerintah dan Freeport untuk meningkatkan kapasitas lembaga adat, serta menata sistem kelembagaan agar tetap solid dan berdiri kokoh untuk memproteksi konstituen masyarakat adat.

“Karena berkat dari lembaga-lembaga ini bukan hanya dari Freeport, tapi dari pihak lain, dari pemerintah dan sebagainya. Dan ini adalah bagian yang saya kira tanggung jawab kita semua yang mempunyai stakeholder utama dengan lembaga ini, dimana meningkatkan kapasitas mereka dan itulah yang menjadi dasar utama,” terangnya.

Arnold mengakui hal tersebut menjadi pekerjaan rumah bersama untuk membenahi lembaga dan menaati aturan-aturan lembaga adat yang ada agar lembaga lebih fokus kepada masyarakat.

“Nah, saya kira ini menjadi PR bagi kita semua untuk bagaimana benahi supaya semua kembali terarah dan fokus kepada masyarakat, bagaimana kedepan kita bekerja sama dengan pemerintah dalam hal ini kesbang untuk lembaga ini terus sama-sama kita bina. Karena pemerintah punya warga negara, lembaga adat yang punya masyarakat di kampong, dan gereja yang punya umat,” paparnya.

Arnold menyebut ada beberapa hal yang menjadi perhatian, baik dalam meningkatkan kapasitas kelembagaan, serta berkomitmen untuk mengikuti semua regulasi terkait semua penggunaan keuangan agar lebih transparan dan terukur, sehingga bisa menghasilkan program-program bermanfaat bagi masyarakat. “Bagaimana kita meningkatkan kapasitas kelembagaan. Kedua, kita komitmen untuk mengikuti semua regulasi terkait semua penggunaan keuangan dan semua harus mengarah kesana supaya lebih transparan,” jelasnya.

Dengan adanya pembenahan kelembagaan, Arnold berharap ke depan pihak lembaga adat bisa melakukan monitoring dan evaluasi terhadap dana kemitraan yang telah Freeport berikan dan apa yang dihasilkan untuk masyarakat.

“Kita berharap juga penempatan lembaga adat dalam proses pembangunan, kaitan dengan investasi perusahaan ini akan menjadi pintu masuk yang baik untuk mereka juga sama-sama dengan kita melakukan monitoring dan evaluasi terhadap apa yang kita kasih dan apa yang mereka terima,” harapnya. (rik)

share on:

Leave a Response