Nelayan Kamoro Butuh Perhatian Untuk Mandiri

share on:
Luky Mahakena/ Foto : DOK/HP

Timika,HP

Keberdaan para nelayan asli suku Kamoro yang mendiami kawasan pantai Mimika, hingga kini masih membutuhkan perhatian dari berbagai kalangan untuk  menjadikan mereka sebagai nelayan yang mandiri, serta mampu menghidupi keluarga mereka.

Ketua Forum Kewaspadaaan Dini Masyarakat (FKDM), Luky Mahakena saat ditemui Harian Papua di Jalan Anggrek, Selasa (3/12) mengatakan, bahwa nelayan Mimika seharusnya bisa mendapatkan pembinaan dengan baik, asalkan tiga tiang utama di Mimika bisa bersinergi.

“Pemda Mimika, PT. Freeport Indonesia dan LPMAK kalau bisa bersinergi, pasti para nelayan Kamoro akan menjadi sejahtera,” tuturnya.

Dikatakan pula, bahwa selama ini ketiga pilar tersebut menjalankan programnya untuk pengembangan nelayan secara sendiri-sendiri, sehingga pencapaiannya perlu ditingkatkan.

“Kita tidak bisa pungkiri kalau program pengembangan mereka selama ini memang sudah berjalan. Hanya saja, harus bersinergi, sehingga hasilnya pun bisa menjadi lebih maksimal,” ujarnya.

Selain itu, Pemda Mimika harus membuat aturan yang jelas mengenai satuan harga hasil tangkapan para nelayan, sehingga pendapatan para nelayan bisa merata dan mengalami peningkatan.

”Jadi aturan atau Perda harus dibuat sehingga harga-harga hasil tangkapan nelayan bisa merata, sehingga para pedagang yang beli hasil tangkapan mereka tidak memainkan harga semau mereka,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Mimika, Leentje Siwabessy mengatakan, bahwa pihaknya memberikan perhatian khusus kepada nelayan-nelayan asli Kamoro, karena mereka adalah warga asli Timika yang mendiami kawasan pantai Mimika. Dijelaskan, bahwa selama ini program dari PT. Freeport dan LPMAK telah berhasil menyentuh sendi-sendi masyarakat, dengan harapan kedepan bisa semakin solid untuk memajukan nelayan Kamoro.

“Ada banyak program yang kita tujukan kepada nelayan asli Kamoro. Entah itu pengadaan perahu (katinting), peralatan tangkap ikan, coolbox dan lain sebagainya. Kita mau mereka bisa mandiri, sehingga kebutuhan rumah tangga mereka bisa tercukupi,” imbuhnya. (Zhu)

share on:

Leave a Response