Warga “Serbu” Pasar Murah Dinas Ketahanan Pangan Mimika

share on:

Timika, HP      

Meski belum dibuka dan diresmikan, kegiatan pasar murah yang digelar oleh Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mimika di halaman kantor tersebut, Kamis (12/12), sudah “diserbu” oleh masyarakat. Nampaknya masyarakat betul-betul memanfaatkan momen tersebut untuk mendapatkan sembako dengan harga murah.

Kegiatan pasar murah dalam menyambut Natal 25 Desember 2019 dan Tahun Baru 1 Januari 2020 itu dibuka oleh Wakil Bupati (Wabup) Mimika Johannes Rettob.

Dari pantauan di lapangan, masyarakat sudah memenuhi halaman kantor tersebut sejak pagi, padahal acaranya baru akan dibuka pada pukul 09.00 WIT. Masyarakat sudah memenuhi stan-stan penjualan sembako untuk antre sebelum kegiatan dibuka.

Kegiatan pasar murah yang hanya berlangsung satu hari itu diikuti oleh 11 distributor sembilan bahan pokok (sembako) seperti beras, minyak goreng, telur, ayam, tepung, gula dan bahan dapur, seperti cabe, bawang dan juga buah-buahan.

Pasar murah itu digelar untuk membantu inflasi di Mimika guna meminimalisir dampak kenaikan harga barang yang biasanya terjadi menjelang hari besar keagamaan.

Tujuan diselenggarakan pasar murah tersebut sebagai rasa empati dan kepedulian yang tinggi dari Pemkab Mimika pada masyarakat Mimika yang akan merayakan Natal. Selain itu, untuk memperpendek arus distribusi barang kepada masyarakat kurang mampu dalam memenuhi kebutuhannya menjelang Natal dan Tahun Baru, sehingga dapat merayakannya dengan sukacita.

Dalam sambutannya, Wabup John Rettob berpesan kepada OPD terutama Dinas Pertanian agar dapat mendorong peningkatan komoditas tanaman agar tidak lagi terjadi inflasi di Mimika, karena Mimika memiliki lahan yang sangat luas. “Pemkab Mimika berkomitmen untuk terus melaksanakan pengawasan dan memberikan kemudahan-kemudahan kepada masyarakat,” ujarnya.

Wabup Rettob meminta para pedagang dan distributor  untuk berdagang dengan baik dan benar. Jangan sampai karena ingin mendapatkan untung yang lebih, maka terjerat kasus hukum.  “Begitu juga kepada masyarakat yang hadir untuk tidak takut melaporkan kepada pihak berwajib jika melihat terjadi penyelewengan bahan pangan,” pesannya.

Selain itu, bahan makanan yang kedaluwarsa juga telah dimusnahkan. Diharapkan apa yang disalurkan ke masyarakat terutama yang berada di wilayah pesisir dan pegunungan, harus dalam kondisi baik. Untuk itu, Wabup Rettob meminta Disperindag dan Satpol-PP untuk terus mengawasi.

“Pemusnahan kemarin baru lima distrik, belum yang lain, pasti banyak itu. Kepala BPOM juga diminta turut mendukung pemerintah dalam pengawasan bahan makanan yang telah kedaluwarsa,” ungkapnya.

Kepada Dinas Ketahanan Pangan, Wabup Rettob juga berpesan senantisa menjaga ketersediaan pangan. “Perlu terus evaluasi untuk ketahanan pangan kita ke depan. Terutama jelang Pesparawi dan PON harus dilakukan koordinasi bersama, dengan Disperindag, Ketahanan Pangan, dan Perkebunan,” pesannya. (reg)

share on:

Leave a Response