BPJS-K Mimika Serahkan Santunan Rp 174 Juta untuk Peserta

share on:

Timika, HP

BPJS Ketenagakerjaan Mimika menyerahkan santuan Jaminan Kematian (JKM) pada keluarga Almarhum Mansur (Karyawan PT Kuala Pelabuhan Indonesia). Santunan JKM tersebut diserahkan secara simbolis oleh Kepala BPJS-K Mimika, Didi Mulyadi pada Ny. Yulianti istri almarhum Mansur di Kantor BPJS-K, Kamis (13/02).

BPJS-K Mimika menyerahkan santunan JKM sebesar Rp 42 juta. Selain itu, Ny. Yulianti juga mendapat Jaminan Hari Tua sebesar Rp 86.340.22, Jaminan Pensiuan  Berkala sebesar  Rp 614.250 dan bantuan beasiswa untuk kedua anaknya sebesar Rp 174 juta.

“Hari ini kita serahkan santuan JKM, santuan Jaminan Hari Tua, santunan Jaminan Pensiun serta memberikan bantuan beasiswa anak dari almarhum bapak Mansur,” kata Kepala BPJS-K Mimika Dedy Mulyadi saat menyerahkan santunan.

Dedy mengatakan, penyerahan santunan tersebut bentuk komitemen BPJS-K Mimika untuk memberikan pelayanan terbaik pada peserta dan keluarga peserta BPJS-K. Pemberian santuan juga bukti bahwa negara hadir untuk masyarakat yang mengalami musibah supaya tidak jatuh miskin.

“Penyerahan santuan itu sudah menjadi tanggung jawab  BPJS-K yang mendapat amanah negara untuk melindungi pekerja formal maupun informal,” kata Dedy.

Dedy menjelaskan, PT KPI merupakan salah satu perusahan strategis bagi BPJS-K karena sudah mendaftarkan seluruh pekerjanya pada program BPJS-K secara lengkap yakni program Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, Jaminan Hari Tua dan Jaminan Pensiun.

“Ny. Yuliati beserta keluarga akan mendapatkan manfaat jaminan pensiun sampai ibu meninggal dunia. Sedangkan dua orang anaknya mendapat manfaat hingga usia 21 tahun atau belum bekerja,” ungkap Dedy.

Dedy menjelaskan, sesuai peraturan pemerintah no 82 Tahun 2019, BPJS-K telah meningkatkan santunan JKM dari Rp 24 juta menjadi Rp 42 juta. Sedangkan santunan beasiswa meningkat dari Rp 12 juta menjadi Rp 174 juta. Selain itu, yang tadinya beasiswa hanya untuk satu anak, saat ini bisa menjadi dua anak.

“Beasiswa diberikan mulai anak TK sampai lulus S1. BPJS-K juga tidak melepas ibu walaupaun sudah tidak menjadi peserta. Jadi setiap tahun BPJS-K akan memberikan manfaat beasiswanya,” kata Dedy.

Dalam kesempatan tersebut, Ny Yuliati menyampaikan terimakasihnya kepada KPI dan BPJS-K atas santunan yang diberikan pada keluarganya. Manfaat dari santunan tersebut benar-benar dirasakan oleh peserta.

“Ke depan saya sudah tidak bingung lagi dengan masa depan anak saya, sudah dijamin. Terima kasih banyak juga untuk KPI,” kata Yuliati.

Yuliati mengungkapkan, anaknya saat ini berjumlah 5 orang dan tiga diantaranya masih  duduk di bangku sekolah. (sel)

 

share on:

Leave a Response