LPMAK Hentikan Pelayanan Kesehatan Pakai Rumah Sakit Darurat

share on:

Timika, HP

Tokoh Pemuda Amungme Nalio Jangkup meminta Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK) untuk berhenti melayani masyarakat di Waa Banti dengan menggunakan rumah sakit darurat yang disewa di Kota Tembagapura. Karena hal ini dinilai tidak efektif dan sangat merugikan lembaga LPMAK sendiri.

Hal ini disampaikannya saat ditemui di jalan Budi Utomo  Jumat (12/11).

“Sekarang ini mereka  sewa kantor SLD lama di Tembagapura untuk melayani masyarakat. Hal itu sangat berbahaya karena jarak dari Banti ke Kota Tembagapura itu sangat jauh dan  jalan tersebut sudah dikuasai oleh kelompok bersenjata,” kata Nalio  saat ditemui di jalan Budi Utomo,  Jumat (10/11).

Nalio mengatakan dengan  jarak yang sangat jauh dan rawan tersebut hal tersebut cukup membahayakan masyarakat. Keputusan ini harus dipikirkan secara baik oleh lembaga LPMAK.

“Siapa yang bisa menjamin keamanan dan keselamatan mereka  dengan jarak yang jauh dari Banti ke Kota Tembagapura. Alangkah baiknya pelayanan tersebut di pindahkan ke Timika saja, ketika ada masyarakat yang sakit harus opname langsung dievakuasi ke Timika untuk menjalani perawatan,” kata Nalio.

Nalio menjelaskan, kondisi saat ini yang paling aman hanya di Timika. Pelayanan hanya boleh berlangsung di Timika bukan di Tembagapura. Jika ada warga Waa Banti yang sakit langsung dibawah ke Timika sehingga perawatan jauh lebih aman dan warga lebih terlindungi. (sel)

share on:

Leave a Response