Polisi Bekuk Pasutri Pemilik 24 Paket Sabu

share on:
BEKUK – Pasangan suami istri BS dan IW (tangan diborgol), saat dibekuk  polisi di rumah kontrakan mereka di Nawaripi, Distrik Wania, Jumat (14/2). Foto : Marsel Balawanga/HP

 

Timika, HP

Satuan Reserse Narkoba Polres Mimika  menggerebek pasangan  suami istri (pasutri) berinisial IW dan BS di rumah kontrakan mereka, Lorong Papua 2, Kelurahan Nawaripi, Distrik Wania, Jumat (14/2) sekitar pukul 12.00 WIT. Pasutri ini diduga kuat menjadi bandar peredaran gelap narkotika di Kota Timika selama ini.

Dalam penggerebekan itu polisi berhasil mengamankan 24 paket narkotika jenis sabu dari tangan pelaku. Barang bukti (BB) lainnya yang  ikut diamankan polisi yakni 4 butir amunisi senjata laras panjang, sebilah parang  dan  sebilah keris ukuran kecil.

Petugas juga langsung menggiring pasutri tersebut ke Mapolres Mimika guna penyelidikan lebih lanjut untuk mempertanggungjawabkan  perbuatan mereka.

“Dia diduga bandar yang selama ini sering mengedarkan sabu di wilayah Timika. Kalau ditimbang, BB tersebut kotornya kurang lebih 15 gram. Namun untuk jumlah pastinya nanti kita lakukan penimbangan dulu,” kata  Kasat Resserse Narkoba Polres Mimika Iptu Sugarda Aditya BT kepada wartawan di lokasi penggerebekan, Jumat (14/2).

Sugarda mengatakan, dua hari sebelum penangkapan pihaknya  melakukan penggeledahan dan penyelidikan dengan mengumpulkan data dari informan. Dari informasi yang diperoleh, pihaknya mendapat keterangan bahwa  akan ada pengiriman  narkotika jenis sabu masuk ke Timika dari  Kota Makassar melalui jalur  laut  yang akan dibawa oleh IW.

Sabu tersebut  ketika tiba di Timika langsung dipecahkan dan dibagi-bagi kepada kurir-kurir dan selanjutanya dijual di Kota Timika. Namun belum sempat barang haram itu dipecah dan dibagikan kepada para kurir, pelaku keburu dibekuk polisi. “Sabu-sabu itu dari Makassar, rencananya dijual di sini. Satu gram itu bisa dijual dengan harga 2 juta sampai 2,5 juta rupiah per gram,” ungkap Sugarda. (sel)

share on:

Leave a Response