Polres Mimika Bekuk Tiga Pelaku Pembuat Milo

share on:
Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto didampingi Kasatreskrim AKP I Gusti Agung Ananta dan Kasat Narkoba Iptu Laurensius Kordiali Istimewa

Timika,HP

Polres Mimika berhasil mengungkap dan menangkap tiga pelaku pembuat miras lokal (sopi-red) di dua tempat terpisah.

Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto didampingi Kasatreskrim AKP I Gusti Agung Ananta dan Kasat Narkoba Iptu Laurensius Kordiali melalui press release di Kantor Pelayanan Polres Mimika mengatakan,
Tersangka YL alias Uco dan OD alias Odang tertangkap di lokasi hutan belakang Kantor Pertanian kilometer 7. Sedangkan MN alias Moni tertangkap di lokasi stadion SP 1. Ketiganya dibekuk pada Rabu (6/3) pukul 18.00 WIT dan 20.30 WIT. Satu tersangka IM alias Isak masih buron.

“Barang bukti yang kita tangkap adalah Empat buah drum milo masing-masing 160 liter 8 buah jergen 5 liter, totalnya 640 liter. Selain itu 2 unit honda revo dan yamaha yupiter serta dua hape sebagai alat transportasi dan komunikasi,” ujar Kapolres, Senin (11/3).

Kaporles menegaskan, ketiganya dikenakan pasal berlapis karena merupakan tindak pidana kejahatan yang mendatangkan bahaya bagi kemananan manusia dan barang (pasal 204 ayat 1 KUHP), tindak pidana perlindungan konsumen (pasal 62 ayat 1) dan tindak pidana konsumen (Undang-undang RI Nomor 8 Tahun 1999).

“Kita kenakan pasal berlapis karena ini merupakan bukti komitmen kita untuk memerangi miras. Miras merupakan pintu gerbang masuk kejahatan lainnya. Kami sudah konsekwensi dan tidak memberikan ampun terhadap masalah ini,” tegasnya.

Ia menjelaskan, penangkapan ketiga pelaku telah ikut menyelamatkan 400-450 jiwa. Jika milo-milo itu berhasil diedarkan maka sangat mengancam keselamatan masyarakat.

“Enam drum, 8 tarpal ukuran 15 meter kita lansung musnakan dan bakar gubuknya karena wilayah mereka sulit dijangkau dan penuh lumpur. 8 gen kita bawah sebagai barang bukti. Saya sebagai pimpinan mengapresiasi kinerja bagian reskrim karena mampu mengungkap hal ini dan menyelamatkan masyarakat kita,” ujar Kapolres.

Kapolres juga menjelaskan bahwa selain peracik, ketiganya merupakan pemilik. Mereka bekerjasama dengan menggabungkan modal kemudian melakukan produksi tersebut.

“Mereka sudah tiga bulan sejak Desember 2018 mulai beroperasi. Dana mereka berasal dari patungan ketiganya. Bahannya dibutuhkan 6 juta sekali suling dan menghasilkan 24 juta perbulan. Hasilnya mereka tiga bagi masing-masing dapat 4,5 juta,” ujarnya. (joe)

share on:

Leave a Response