128 Warga Minta TNI Fasilitasi Kepulangan ke Daerah Asal

share on:
Sekretaris IKT Saat menyampaikan Keluarga kepada Pangdam dan dua Foto: Ricky Lodar/Hp

Timika, HP

Sebanyak 128 warga yang terdiri dari 119 warga Toraja propinsi Sulawesi Selatan dan 9 warga Kabupaten Pati propinsi Jawa Timur yang merupakan pengungsi dari Wamena Kabupaten Jayawijaya dan Ilaga Kabupaten Puncak meminta kepada pihak TNI untuk memfasilitasi kepulangan mereka ke daerah asal.

Harapan tersebut disampaikan beberapa warga  saat kunjungan Panglima Kodam (Pangdam) XVII/Cendrawasih didampingi Pangkoopsau 3, dan Pangkoarmada 3 di sekretariat Ikatan Keluarga Toraja (IKT) di Jalan Samratulangi , Timika, Selasa (8/10).

Sekertatis IKT Kabupaten Mimika Marthen Samma’ mengatakan, arus pengungsi yang turun dari Wamena dan Ilaga sudah terjadi sejak tanggal 1 Oktober lalu, dimana terdapat 65 warga yang telah dipulangkan menggunakan pesawat milik TNI-AU

“Sejak tanggal 1 Oktober pengungsi khususnya dari Suku Toraja kami sudah tampung di Tongkonan, ada 65 orang yang sudah diberangkatkan,” kata Marthen di posko pengungsian, Selasa (8/10).

Ia juga menambahkan, warga Toraja yang saat ini ditampung sebanyak 119 orang yang terdiri dari 40 orang pengungsi dari Wamena dan 74 orang pengungsi dari Ilaga

“Pengungsi dari Wamena dari orang Toraja yang ada di Tongkrongan ada 40 orang, sedangkan dari Ilaga ada 74 orang, jadi jumlah pengungsi orang Toraja sekitar 119 orang,” tambahnya.

Ia berharap dengan adanya kunjungan pihak TNI Polri kiranya bisa memberikan bantuan bagi 119 orang warga pengungsi untuk difasilitasi kepulangannya ke kampung halaman mereka.

“Dengan kehadiran bapak-bapak sekalian untuk melihat pengungsi ini dengan jumlah 119 orang ini kami tidak tahu mau bagaimana, tentunya kami mengharapkan untuk memfasilitasi Penerbangan ke Makasar,” harapnya.

Hal senda juga disampakan oleh Ketua Persatuan Warga Pati, Suardi yang  mengatakan, sejak ada arus pengungsian dari Wamena dan Ilaga, sebanyak 80 orang warga Pati yang ditampung oleh PWP Kabupaten Mimika, sebanyak 46 warga telah pulang menggunakan uang pribadi, dan sisanya difasilitasi oleh pihak TNI-AU, sebagian telah diambil oleh keluarganya.

“Dari pertama yang kami terima ada 80 orang tapi sebagian malam itu juga sudah ada yang diambil saudaranya, ada yang beli tiket sendiri 46 dan yang masih ditampung 34 orang,” kata Suardi, Selasa (8/10).

Suardi menambahkan, bahwa gelombang kedua, sebanyak 33 orang warga Pati, sebanyak 24 orang telah dipulangkan, sedangkan tersisa 9 warga yang belum pulang yang rencananya akan dipulangkan.

Dijelaskan, bahwa saat ini pihak PWP sedang berkoordinasi dengan pihak TNI-AU untuk memfasilitasi kepulangan warga Pati.

“Kita ada tambahan 33 orang lagi, dan ada yang sudah diambil keluarganya, dan yang tersisa tinggal 9 orang,” ungkapnya.

Usai mendengar keluhan warga pengungsi, selanjutnya Pangdam XVII/Cendrawasih, Pangkoopsau 3, Pangkoarmada 3, Danlantamal XI/Merauke dan Wakapolda Papua menyerahkan bantuan. (Rik)

share on:

Leave a Response