14 PUK : Resmi Gabung Mogok Kerja Bersama SPSI Freeport

share on:
Pengurus PUK SPKEP SPSI PT KPI berikan keterangan terkait aksi mogok bersama kepada wartawan di sekretariatnya, Jalan Kartini, Senin (8/5) sore / Foto : Burhanudin / HP

Timika, HP

“Mogok ini bukan tujuan kami, mogok hanya alat perjuangan. Kalau dalam waktu beberapa hari ke depan ada  solusi yang dilahirkan, ada win win solution, maka imbauan mogok bisa dicabut dan dibatalkan”

Setelah Pimpinan Unit Kerja (PUK) SPKEP SPSI PT Freeport Indonesia memulai aksi mogok pada 1 Mei lalu, pada Selasa (9/5), sebanyak 14 PUK lainnya di bawah Pimpinan Cabang (PC) SPSI Kabupaten Mimika juga akan aksi mogok kerja bersama.

Dengan demikian, total 15 PUK yang melaksanakan aksi mogok kerja menuntut keadilan kepada pihak manajemen PT Freeport Indonesia (PTFI).

Sesuai surat pemberitahuan mogok kerja bersama PUK-PUK yang terbit pada 27 April lalu, 15 PUK yang melaksanakan aksi mogok kerja, yakni PUK PT Freeport Indonesia, PUK  PT Kuala Pelabuhan Indonesia, PUK PT Sanggar Sarana Baja, PUK PT AVCO, PUK PT Trakindo Utama, PUK PT Intecs Teknikatama Industri, PUK PT Osato Seike, PUK PT Hero Supermarket, PUK PT Mahaka Industries Perdana, PUK PT Puncak Jaya Power, PUK PT RUC Cementation Indonesia, PUK PT Structurindo Tifatama, PUK PT SANDVIK, PUK PT Srikandi Mitra Karya dan PUK Rumah Sakit Mitra Masyarakat. Tersisa PUK PT Pangan Sari Utama yang belum bertanda tangan.

“Saat ini sudah 6.000 sampai 7.000 pekerja yang telah mogok. Mulai besok, jumlahnya akan bertambah banyak, akan mencapai angka 10.000 lebih,” kata Ketua PUK SPKEP SPSI PT KPI, Philipus Badii kepada wartawan di Sekretariatnya, Jalan Kartini,Timik,Kabupaten Mimika,Papua, Senin (8/5) sore.

Para pekerja melakukan aksi mogok kerja ini, menyusul belum tercapainya kesepakatan antara serikat pekerja dan manajemen PT FI dalam negosiasi, terutama pada poin tiga tuntutan terkait penolakan atas ancaman PHK oleh manajemen PT FI.

14 PUK yang memulai aksi mogok pada Selasa (9/5) ditambah PUK PT FI yang telah mogok sebelumnya diperkirakan akan berdampak siginifikan terhadap aktivitas perusahaan tambang PT FI baik di low land maupun di area high land.

“Memang harus begitu, karena kondisi ini manajemen yang ciptakan. Teman teman pekerja dari 15 PUK SPSI ini kita harapkan mereka turun semua, jangan ada yang melakukan aktivitas di tempat kerja,” imbau Badii.

“Mogok ini bukan tujuan kami, mogok hanya alat perjuangan. Kalau dalam waktu beberapa hari ke depan ada  solusi yang dilahirkan, ada win win solution, maka imbauan mogok bisa dicabut dan dibatalkan,” katanya. (bur)

share on:

Leave a Response