20 Lapak Liar di Pasar Sentral Dibongkar Paksa

share on:

Timika,HP

Sebanyak 20 Lapak lapak liar yang selama ini menghiasi seputaran Pasar Sentral di Jalan Hasanudin, Kelurahan Inauga berhasil dibongkar paksa menggunakan alat berat exavator pada Jumat (12/7) siang kemarin.

“Sebanyak 20 bangunan atau lapak-lapak liar berhasil dibongkar oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika. Dan selanjutnya diserahkan kunci untuk menempati lapak yang baru, ” tegas Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika Bernadinus Songbes ketika diwawancarai wartawan di sela sela memantau kegiatan pembongkaran.

Songbes menambahkan, puluhan lapak tersebut terdiri dari pedagang beras dan cakar Bongkar dan pedagang beras langsung langsung menerima kunci untuk menempati lapak yang sudah disediakan oleh pemerintah.

“Lapak-lapak yang dibongkar itu sekitar 20 itu pedagang yang menjual beras dan pedagang cakar bongkar pedagang beras kami sudah serahkan kunci dan segera mereka tempati lapak yang baru dibangun,” katanya.

Sedangkan untuk pedagang cakar Bongkar kata Songbes, mereka akan diarahkan untuk menempati posisi di sebelah jalan keluar bersamaan dengan lapak buah-buahan tepatnya di belakang pos penjagaan.

“Sedangkan untuk pedagang cakar bongkar itu kami sudah alihkan ke jalan keluar Pasar Baru,” ungkapnya.

Songbes mengatakan, berdasarkan instruksi Bupati Mimika kepada Disperindag untuk menata kembali pasar Sentral sehingga pihaknya harus berkoordinasi dengan Dinas Satpol PP untuk melakukan pembongkaran, yang mana saat pembongkaran pasar lama, pasar gorong-gorong berarti pasar Sentral sudah siap untuk menampung para pedagang.

“Penataan ini berdasarkan instruksi Bupati Mimika terkait penataan pasar,” kata Bernadinus Songbes ketika ditemui di Pasar Sentral, “akunya.

Ia menjelaskan, pihak Disperindag harus melakukan pembongkaran terhadap lapak-lapak liar berdasarkan instruksi tersebut bagi lapak-lapak liar yang merusak keindahan pasar sentral kemudian para pedagang diarahkan untuk menempati lapak-lapak yang sudah dibangun oleh pemerintah. (*opa)

share on:

Leave a Response