30 Peserta Ikut Training Jurnalistik yang Digelar LPMAK

share on:
Suasana training jurnalistik yang diselenggarakan Humas LPMAK dan diikuti kru RPM dan mitra LMPAK, Jumat (11/10). Foto : Ryeno guritno/ HP

Timika, HP

Biro Humas Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme Kamoro (LPMAK) menyelenggarakan pelatihan (training) jurnalistik yang diikuti kru Radio Publik Mimika (RPM) dan perwakilan humas dari lembaga mitra LPMAK. Kegiatan yang diikuti 30 peserta itu berlangsung sejak Selasa (8/10) hingga Sabtu (12/10) ini.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Biro Humas LPMAK, Miskan menjelaskan tujuan training tersebut untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) RPM sendiri maupun mitra di LPMAK.  “Khusus jurnalis  RPM, melalui training ini kita tingkatkan kemampuannya agar masing-masing bisa bekerja sesuai fungsinya, seperti penyiar, reporter dan tim kreatifnya,” ujar Miskan di Hotel Mozza, Jumat (11/10).

Miskan menyebut, pihaknya mengundang 50 peserta, namun yang mengikuti pelatihan ini hanya 30 orang. “Mitra LPMAK sangat banyak, seperti RSMM, Malaria Center, Lemasa, Lemasko, Diskominfo, dan lainnya. Lembaga mitra yang ikut pelatihan ini bagian dari humasnya,” ujarnya.

Sedangkan kepada peserta dari lembaga mitra diberikan pemahaman mengenai dunia siaran radio, sehinga bisa memahami secara umum mengenai radio. “Dalam artian diberikan penjelasan apa itu radio publik lokal dan radio publik swasta. Selain itu, diharapkan mitra-mitra ini bisa menjadi kontributor RPM dalam hal pemberitaan,” ucap Miskan.

Materi yang diberikan dalam training di antaranya mengenal Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) secara umum, dan juga praktik penyiaran radio.

Narasumber yang merupakan Wakil Sekjen dari Persatuan Radio TV Publik Daerah Seluruh Indonesia (Indonesia Persada),  Rita Triana Sos menjelaskan bahwa Indonesia Persada telah tergabung dalam  LPPD. Untuk RPM sendiri sudah dua tahun terakhir bergabung dalam jejaring secara nasional tersebut.

Rita mengatakan, di Indonesia sudah terbentuk organisasi yang kepengurusannya telah diresmikan oleh Kementerian Kominfo di Tangerang beberapa waktu lalu. Salah satu program yang menjadi fokus wadah tersebut yakni peningkatan kualitas SDM dalam LPPL.

Menurut Rita, selama ini meski diamanatkan dalam UUD, namun LPPL nyaris tidak diperhatikan. Padahal LPPL juga merupakan aset negara yang potensial sebagai satu-satunya kanal murah bagi seluruh lapisan masyarakat dalam diseminasi informasi ataupun dalam hal penyampaian program dan penyaluran aspirasi.

“Setelah adanya jejaring ini, barulah muncul kesadaran bahwa memang sebetulnya persoalan SDM broadcast ini kalau tidak diupgrade, pasti tidak dikenal. Organisasi kami ini diketuai mantan Menteri Daerah Tertinggal, Drs H Saifullah Yusuf,” ucap Rita.

Dalam training yang diselenggarakan Humas LPMAK tersebut, tidak hanya memaparkan bidang jurnalistik, tapi juga menyangkut penyiaran radio secara keseluruhan. Sebab, di radio selain reporter, ada bagian penyiaran, produksi, teknik, marketing, bagian program, dan tim kretif.

“Selain itu, kita meski mengetahui bagaimana menyesuaikan radio dengan kondisi, yang mana sekarang harus memakai multiplatform 4.0. Dalam artian, meski menjadi radio yang kekinian, akan tetapi bagaimana supaya radio itu bisa didengar oleh seluruh strata, baik di pedalaman maupun perkotaan,” jelasnya.

Rita menambahkan, “Kita perkenalkan bahwa kondisi di RPM dan kondisi radio yang dimiliki pemerintah daerah itu seperti apa. Berbeda dengan radio swasta, karena mereka sangat sering memperkuat SDM. Sedangkan radio milik pemerintah daerah itu nyaris tidak pernah tersentuh.”  (reg)

share on:

Leave a Response