Ada Puskesmas Rekrut Honorer, Dinkes Harus Segera Cek

share on:
Thadeus Kwalik/ Foto : Ryeno Guritno/HP

Timika, HP

Anggota Komisi C DPRD Mimika Thadeus Kwalik meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) mengecek jumlah pegawai honorer pada sejumlah Puskesmas khususnya yang ada di wilayah perkotaan.  Pengecekan itu harus dilakukan, mengingat beberapa Puskesmas merekrut tenaga honor tanpa sepengetahuan Dinkes.

Menurut Thadeus, ada beberapa puskesmas yang menerima pegawai honorer tanpa sepengetahuan Dinkes . hal tesebut dikarenakan jumlah pegawai honor keseharan sangat banyak dan semuanya ada di kota.

“Data yang kami pegang jumlahnya mencapai 1.010 orang, dan itu sangat banyak sekali. Tapi apa, mana yang kerja di pedalaman dan pesisir, bisa dihitung dengan jari,” ungkap Thadeus, saat ditemui di Kantor DPRD Mimika,  Jumat (11/1).

Menurut Thadeus, data jumlah tenaga honor tersebut sudah diketahui oleh Kepala Dinkes, dan Dinkes sendiri berjanji tidak akan melakukan penambahan honorer. Jika terjadi penambahan tenaga akan dibayar dengan uang pribadi. Namun, menurut Thadeus, kenyataan dilapangan masih terjadi penambahan tenaga honor.

“Kepala dinas pernah katakan bahwa apabila ada Puskesmas yang terima tenaga honor, maka ia harus memakai gaji dia pribadi untuk membayar hak. Sekarang buktikan, jangan pakai uang APBD,” ujarnya.

Thadeus mengungkapkan tahun 2019 ini anggaran daerah mencapai Rp3,1 triliun, ada Puskesmas yang berada di Kota Timika menerima pegawai honorer. Untuk itu, Thadeus meminta Dinkes harus meninjau beberapa Puskesmas khusus yang ada di Kota Timika dan sekitarnya. “Coba cek langsung, tapi bukan di luar kota, di sekitar sini saja. Saya tahu langsung itu,” ungkapnya.

Apabila Dinkes tidak menemukan hal itu, Thadeus mengatakan, dirinya siap untuk turun bersama Anggota DPRD Mimika yang lain untuk menunjuk langsung Puskesmas yang dimaksud.
“Saya akan ajak teman-teman untuk cek langsung Puskesmas-nya. Tunggu saja kalau sudah aktif sekali nanti,” tegas Thadeus.

Jika hal tersebut dibiarkan oleh Dinkes, menurut Thadeus, anggaran yang diperuntukkan kepada Dinkes hanya akan dipakai untuk membayar hak-hak tenaga medis, bukan untuk pelayanan kesehatan. Sedangkan di sisi lain, anggaran untuk perawatan Puskesmas itu masih dibutuhkan seperti potong rumput.   “Saya sampaikan ini karena ingat perkataan Kepala Dinkes soal perekrutan honorer di Dinas Kesehatan itu. Makanya saya ingin Dinkes cek perekrutan itu,” jelasnya. (reg)

share on:

Leave a Response