Aktifitas Perkantoran Dan Sekolah Di Wamena Sudah Aktif

share on:
Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw Foto: Ricky Lodar/Hp

Timika, HP

Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw mengatakan, saat ini aktifitas perkantoran, perbankan, dan sekolah di Wamena Kabupaten Jayawijaya sudah berjalan kembali pasca kerusuhan pada akhir September lalu.

“Berkaitan dengan anak-anak sekolah kemudian aktivitas pegawai dan perbankan sudah berjalan,” kata Kapolda saat ditemui di RPH Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Rabu (9/10).

Ia menjelaskan, sebelum kunjungan Menkopolhukam, Panglima TNI dan Kapolri, dirinya menyempatkan diri untuk mengungjungi warga yang berada di sekitaran pasar, dan beberapa kampung yang berada di pinggiran kota Wamena untuk memastikan situasi warga pasca kerusuhan.

“Kemarin pagi sebelum menjemput bapak Menko, bapak Panglima dan bapak Kapolri, saya sempat dengan beberapa anggota coba blusukan masuk keluar pasar, kampung dan kami lihat sudah normal,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, situasi sudah kembali normal. Hanya saja masih terdapat kekhawatiran warga terhadap situasi keamanan. Oleh sebab itu untuk menciptakan situasi aman, pihak TNI Polri telah menambah kekuatan untuk mengamankan sejumlah lokasi.

“Hanya saja yang dipinggiran itu mereka masih khawatir, tapi sudah menambah kekuatan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, sebanyak 13 Polda telah membantu pengamanan di wilayah Papua. saat ini sebanyak 534 personel keamanan yang sudah disiagakan di Wamena untuk mengantisipasi adanya gangguan-gangguan keamanan dari Brimob Nusantara.

Selain itu beberapa SSK nantinya akan dikirim ke beberapa kabupaten di wilayah pegunungan untuk membantu pengamanan seperti di Mamberamo Tengah, Yalimo, Tolikara, Lany Jaya, dan beberapa kabupaten lainnya.

“Jadi anggota Polri khususnya yang BKO dari Brimob Nusantara, itu ada 13 Polda yang membackup kami itu ada 534 personel, hari ini naik lagi 100 personel,” tambahnya.

Ia menegaskan, pihak TNI Polri selalu siap untuk menjaga keamanan, hanya saja saat ini untuk menggeser pasukan ke wilayah yang terjadi gangguan kamtibmas terkendala akses transportasi. Pengiriman pasukan tersebut menggunakan hercules milik TNI berdasarkan perintah Panglima TNI.

“Syukur karena TNI punya hercules jadi bisa di bantu untuk geser jadi kita pakai itu awal-awalnya. Kami juga punya CN tapi karena sedikit masalah jadi belum bisa terbang ke pegunungan,” tegasnya. (Rik)

share on:

Leave a Response