Bangunan Dibongkar, Pedagang Minta Ganti Rugi Pemkab

share on:

Timika,HP

Pembongkaran bangunan liar dikawasan bundaran SP2 yang dilakukan oleh anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Mimika terus berjalan hingga hari ini. Meski demikian, tidak sedikit warga yang ingin meminta ganti rugi kepada Pemda Mimika.

Ditemui Harian Papua disela-sela penggusuran didepan Toko Awalin SP2, Senin (20/1), Ahmad Sanjaya (40) salah satu pemilik kios mengatakan, bahwa dirinya menerima proses pembongkaran tersebut asalkan mendapat ganti rugi dari pemerintah, pasalnya bangunannya sudah mendapat ijin dari pemerintah.

“Saya dari tahun 2014 tinggal disini jualan. Saya sudah ada IMB, SITU, SIUP semuanya lengkap. Saya terima asalkan ada ganti rugi,” tuturnya.

Pada dasarnya sebagai warga Timika, dirinya mendukung penuh langkah yang ditempuh oleh pemerintah dalam rangka menata kota untuk menjadi lebih tertata dan indah.

“Meskipun sedikit berat tapi mau tidak mau kita harus terima dan dukung, karena ini juga untuk kebaikan kota kita kedepannya,” ujarnya.

Senada dengan itu, Purwanto (45) salah seorang pedagang mengakui bahwa sebagai rakyat kecil, dirinya tidak bisa berbuat apa-apa, karena pada kenyataannya ia tidak mendapatkan ijin untuk membangun lapak jualan dikawasan tersebut.

“Yang ada cuma numpang jualan karena selama ini saya lihat ada yang jualan. Kami pasrah saja, dan tetap jualan disisa tanah yang tidak masuk dalam target pembongkaran Satpol PP,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Satpol PP Kabupaten Mimika, Willem Naa mengatakan, bahwa pihaknya tidak mau lagi mengulur-ulur waktu, karena dirinya sudah ditekan oleh Bupati Mimika untuk segera membersihkan bangunan-bangunan liar dikawasan bundaran SP2.

“Kami sudah lakukan sosialisasi, mau terima atau tidak, kami tetap akan bongkar. Kami sudah ditekan oleh pimpinan untuk segera membersihkan kawasan SP2, karena bulan Juni nanti aka nada kegiata Pesparawi dan PON pada bulan Oktober. Kita sekarang mau menata kota untuk jadi lebih baik,” imbuhnya. (Zhu)

share on:

Leave a Response