Banyak Warga Tertipu Iming-iming Bangun Rumah

share on:

Timika, HP

Tokoh intelektual Amungme Hengki Amisim mengaku tertipu oleh oknum pengusaha yang menawarkan pembangunan rumah melalui program dari luar negeri. Beberapa oknum pengusaha itu bertemu warga dan meminta sejumlah uang dengan iming-iming akan dibangunkan rumah.

“Jadi, ada beberapa pengusaha yang akan membangun rumah warga, itu program dari luar negeri,” ungkap Hengki Amisim yang juga Kabag SDM Sekretariat Kabupaten Mimika melalui telepon, Minggu (10/11).

Hengki menyebut oknum pengusaha tersebut menyampaikan akan membangun rumah warga melalui program dari luar negeri. Warga yang ingin rumahnya dibangun diwajibkan mengumpulkan uang secara bervariatif. “Jika seratus orang mengumpulkan 1 juta rupiah, berapa banyak uang yang mereka ambil dari warga. Begitu juga yang mengumpulkan 1,5 juta, 2 juta dan 2,5 juta rupiah,” ucapnya.

Mantan Kadistrik Agimuga itu mengaku telah menyetorkan uang Rp2,5 juta untuk pembangunan dua unit rumah. “Jadi, warga disuruh kumpul uang bervariatif dari 1 juta rupiah, 1,5 juta rupiah. Rencananya mereka (oknum pengusaha) akan bangun rumah tahun 2019 di lahan warga yang kumpul uang itu. Tapi sampai saat ini mereka tidak bangun-bangun,” ungkapnya.

Hengki menyebut, perjanjian antara pengusaha dan warga bahwa tahun 2019 akan dibangun rumah bagi warga yang sudah mengumpulkan uang. Namun, sudah memasuki akhir tahun ini pembangunan rumah yang dijanjikan oknum pengusaha tersebut tidak kunjung terealisasi sehingga bisa dikatakan sebagai penipuan. “Ini penipuan, karena ini sudah mau akhir tahun 2019, tapi mereka belum bangun rumah,” ucapnya.

Kepada oknum pengusaha itu, Hengki menegaskan, apabila tidak segera membangun rumah, uang yang dikumpulkan oleh warga sebaiknya dikembalikan, karena telah merugikan orang banyak.

Hengki mengancam dalam waktu dekat dirinya akan melaporkan kasus penipuan tersebut kepada pihak berwajib untuk diproses hukum. “Jadi, kami minta kepada pengusaha itu supaya bangun rumah. Kalau tidak bangun, kembalikan uang kami (warga yang kumpul uang). Kalau tidak, kami akan buat laporan polisi,” tegasnya.  (rik)

share on:

Leave a Response