Berangkatkan 134 Orang ke PENAS KTNA, Dana Fantastis Terkesan Hambur Dana

share on:

Timika, HP

Keberangkatan 134 orang ke kegiatan Pekan Nasional (PENAS) Pekan Pasional Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) ke Propinsi Aceh menuai banyak kritikan baik dari kalangan DPRD dan masyarakat Mimika sendiri.

Wakil Ketua I DPRD Mimika, Yonas Magal saat memberikan keterangan pers kepada wartawan , Senin (9/5) menyayangkan dengan keberangakatn 134 orang yang diantaranya Bupati, pejabat dan beberapa SKPD yang menghabiskan anggaran begitu besar sementara kondisi daerah saat ini yang sangat kompleks dengan berbagai masalah.

“Kondisi Mimika yang sedang carut marut dengan tidak adanya pembangunan karena APBD 2017 yang tidak berjalan sementara ada dana besar yang dihabiskan.Kenapa tidak kirim wakil petani dan nelayan saja beberapa orang.Nanti tahun depan baru kondisi keuangan sudah bagus baru ok saja.Tapi ini kondisi daerah lagi parah tapi memaksakan,”tegas Wakil Ketua I DPRD Mimika, Yonas Magal.

Bahkan Yonas mengklaim bahwa apa yang di dapat atau input dari kegiatan Penas tersebut. Menurutnya kalau kondisi daerah APBD nya berjalan normal sah-sah saja, tapi kalau tidak kan terkesan memaksakan kehendak untuk menghabiskan anggaran.

Anggota DPRD Kabupaten Mimika dan Ketua Fraksi Amanat Hati Rakyat (F-AHAR) Yohanis Wantik mempertanyakan sumber anggaran miliaran rupiah yang digunakan untuk membiayai keberangkatan 134 peserta dalam kegiatan Penas KTNA di Aceh. Pasalnya, APBD 2017 belum dibahas dan ditetapkan, namun pemerintah bisa mengeluarkan dana yang sangat sebesar itu berasal dari mana.

“Anggaran untuk kegiatan Penas di Aceh itu dari mana? Jumlahnya sangat besar mencapai enam miliar rupiah, sementara kondisi daerah ini sangat krisis dan APBD belum ada serta pelayanan masyarakat tidak jalan. Pemerintah harus ingat dengan kondisi daerah ini yang sedang bermasalah, jangan malah hambur-hamburkan uang untuk kepentingan yang tidak jelas,” kritik Wantik kepada wartawan di Kantor DPRD Mimika, Selasa (9/5).

Wantik menjelaskan agenda tersebut sangat tidak penting. Seharusnya anggarannya bisa ditekan agar tidak mengeluarkan banyak biaya. Daripada dana sebesar itu untuk kegiatan yang tidak penting, lebih baik untuk kepentingan daerah ini yang sedang krisis. Menurut Wantik, pemerintah seharusnya melakukan kegiatan untuk masyarakat, bukan untuk hambur-hamburkan seperti itu.

“Saya rasa kegiatan itu tidak penting. Kenapa harus memberangkatkan orang sebanyak itu, mereka- mereka itu fungsinya apa atau sekadar jalan-jalan saja kah. Seharusnya yang diberangkatkan beberapa orang saja yang berkepentingan terhadap acara tersebut, agar tidak mengeluarkan anggaran besar, apalagi sumber dananya tidak jelas dari mana,” kata Wantik.

Sementara itu, tokoh pemuda Amungme Maikel Beanal juga mempertanyakan sumber anggaran untuk mengikuti kegiatan Penas KTNA di Aceh.  “Dana enam miliar rupiah untuk ikut Penas itu, sumbernya dari mana dan dana itu bisa keluar dari mana. Sedangkan pembangunan tidak jalan, masyarakat menderita dan perekonomian terhenti. Pemerintah daerah tidak melihat kah keadaan masyarakat bagaimana sekarang, malah berbondong-bondong pergi gunakan dana begitu banyak untuk kegiatan yang tidak penting itu,” kritiknya.

“Seharusnya yang ikut program itu adalah bupati, Dinas terkait dan masyarakat petani nelayan berprestasi yang berkepentingan dalam kegiatan itu. Bukan SKPD yang tidak ada hubungannya ikut berangkat, itu jelas hanya menghamburkan uang, apalagi jumlah yang ikut hampir semua SKPD. Itu sangat riskan sekali,” kritiknya.

Tokoh masyarakat Kamoro Marianus Maknaipeku juga menilai Pemkab Mimika sangat keterlaluan dengan memberangkatkan rombongan ke Aceh untuk mengikuti Penas. Pasalnya, sangat mencolok penggunaan dana untuk kegiatan yang dinilai tidak terlalu penting itu.

“Penas itu tidak seberapa penting dan itu hal yang kecil sampai harus mengeluarkan dana enam miliar rupiah. Apalagi sampai carter pesawat sampai di Aceh, itu termasuk orang pencuri gila-gilaan. LKPJ tahun lalu saja belum dipertanggungjawabkan dan APBD 2017 belum ditetapkan, tapi masih saja seperti itu. Dengan melihat kondisi daerah saat ini, itu sangat keterlaluan,” kritik Marianus.

Dari informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan untuk membiayai keberangkatan kegiatan PENAS KTNA tersebut pemerintah daerah menggelontorkan dana sekitar Rp 6 miliar rupiah. (reg)

share on:

Leave a Response