BPOM Akui Terbatas Dalam Pengawasan Obat Ilegal

share on:

Timika, HP

Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) mengakui terbatas dalam obat-obat tak berizin atau ilegal yang banyak beredar dan disalahgunakan.

Staf Bidang Pemeriksaan dan Penyelidikan Balai POM Papua, Iin Siti Korinah menjelaskan, pihaknya hanya memeriksa dan memastikan sarana-sarana legal seperti rumah sakit, klinik, puskesmas, toko obat dan apotek.

“Kalau di sarana legal kita pemeriksaan rutin terutama yang swasta. Di luar sarana legal, itu tugas kepolisian yang punya jangkauan lebih luas,” kata Iin kepada wartawan di Kantor Satnarkoba Polres Mimika, Jalan Cenderawasih, Selasa (26/9).

Namun, menurut lin, penyalahgunaan obat juga tidak terlepas dari peran masyarakat sebagai konsumen. Iin berharap masyarakat semestinya cerdas dalam mengenali dan menggunakan obat.

“Penyalahgunaan obat itu lebih ke peran dan ranah orangtua,” jelasnya.

Salah satu obat yang terbukti sering disalahgunakan yaitu obat batuk jenis Komix. Kandungan Dextromethorphan (DMP) di dalam Komix adalah yang paling diincar oleh pelaku penyalahguna obat. Dengan mengonsumsi Komix dalam jumlah banyak, penyalahguna berharap mendapat DMP lebih banyak. Meski demikian Komix tetap merupakan obat legal karena memiliki izin edar.

Sementara Somadril atau pil PCC yang belakangan disebut pil zombie jelas ilegal karena izin edarnya telah dicabut oleh BPOM sejak 2013 lalu. (bur)

 

Tags:
share on:

Leave a Response