Brimob Yon B dan Sar Timika Latihan Bersama Menyelam

share on:

Timika, HP

Untuk menjaga kebugaran dan konsistensi dalam hal menyelam, anggota Brimob Yon B Pelopor Timika melaksanakan latihan gabungan bersama personil Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika yang berlangsung di kolam renang pusat rekreasi Kuala Kencana Distrik Kuala Kencana Timika, Jumat (12/7).

Hadir dalam latihan menyelam gabungan tersebut, Wadanyon B Pelopor AKP Ramadhona, S.H., S.I.K.  Bersama Kapala Kantor Pencarian Dan Pertolongan Timika Monce Brury. S.IP dan diikuti oleh personel dari kedua institusi yang memiliki kualifikasi Minimal Scuba Dasar Diving License.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika Mince Broery, S. IP mengatakan, Diving License tersebut dikeluarkan oleh Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) yang berafiliasi dengan Confederation Mondiale des Activites Subawuatiques (CMAS) Italia, Technical Diving International & Scuba Diving International (TDI-SDI), dan National Association of Underwater Indstructors (NAUI).

Namun, yang menjadi standar di dunia sekaligus yang paling banyak digunakan di Indonesia adalah Association Diving Instructor (PADI).

“PADI lebih dulu masuk Indonesia, sehingga namanya lebih dikenal dan marketnya lebih banyak. Namun secara garis besar, lisensi dari semua institusi itu sama saja. Yang dipelajari juga sama, mencakup teori dan praktik langsung di kolam lalu di laut lepas,” kata Monce.

Menurut Monce, kegiatan penyegaran kembali latihan dasar selam ini bertujuan untuk mengingat kembali teori maupun praktek dalam pelaksanaan menyelam, sehingga pada saat diperlukan sewaktu-waktu para personel selalu siap.

Ia menjelaskan, ada beberapa macam jenis selam, diantaranya, Skin Diving dan Scuba Diving, namun yang perlu di Refresh yakni Scuba Diving. Pasalnya menggunakan peralatan selam lengkap Scuba (self breating underwater breating apparatus) yang umumnya dipakai untuk aktifitas penyelaman ilmiah (scientific diving), penyelaman komersial (engginering dive, ship salvage, inspection & repair) maupun penyelaman yang lakukan oleh Basarnas dan Rescuer Brimob Yon B Timika untuk aktifitas penyelamatan korban tengelam serta musibah perairan lainnya.

“Kita penyegaran kembali teori dan praktek selam, kita harus siap apabila dibutuhkan kapan saja,” terangnya.

Sementara itu Wadanyon B Brimob Timika AKP Ramadhona mengatakan, pada hakikatnya Diving License sama dengan Driving License, alias Surat Izin Mengemudi (SIM) yang mana secara tak langsung pengendara dianggap sudah bisa menyetir kendaraan walaupun hanya mengetahui secara garis besar saat mengendarai kendaraan.

Oleh karena itu, (DL)  merupakan bukti personil di lapangan mampu dan mengetahui cara diving menggunakan alat Scuba dan lisensi tersebut sangat penting bagi para personil.

“Setiap personel harus mempunyai mengetahui proses kerja dalam penyelaman, sama halnya dengan seorang pengendara,” kata Wadanyon.

Untuk mendapat Diving License, Personil harus mengikuti Program Sertifikasi Open Water alias kursus selam. Ini adalah rangkaian pelatihan untuk menjadi penyelam bersertifikat standar internasional. Penanganan musibah di perairan timika personel  Rescuer (penolong) harus mampu melakukan latihan yang disiplin sebagai salah satu syarat begitu juga sehat jasmani, dan rohani, serta memiliki kemampuan dasar renang. (*opa)

share on:

Leave a Response