Dengan Perayaan Maulid Nabi 1439 H, Umat Muslim Diajak Jaga Persatuan

share on:

Timika, HP

Tepat pada tanggal 1 Desember 2017 atau hari ke 12 bulan Islam Rabiul Awal, junjungan umat Muslim, Nabi Muhammad SAW dilahirkan ke dunia. Dengan memperingati hari kelahiran nabi atau Maulid Nabi 1439 H, umat Muslim diajak untuk menjaga dan meningkatkan persatuan dan kesatuan.

“Dengan memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad, berarti kita harus terus mengingat contoh-contoh yang diberikan Rasulullah. Sebagai umat Muslim yang selalu berpegang teguh Al Quran dan Hadist Nabi, kita harus terus membangun semangat bersatu,” kata Ustadz Setiyono, saat memberikan tausiyah peringatan Maulid Nabi di Masjid Al Ma’ruf, Jalan Sahabat, Busiri Ujung, Kamis (30/11) malam.

Ustadz Setiyono mengungkapkan, kenyataan yang terjadi saat ini, persatuan umat Muslim sudah semakin berkurang. Hal itu terjadi karena kebanggaan berlebih terhadap harokah (kelompok atau organisasi). Sehingga harokah satu menjelekkan harokah yang lain, atau bahkan sampai memusuhi.

“Terkadang kita lupa, Nabi Muhammad tidak milik harokah tertentu, bahkan tidak ada harokah jaman nabi. Kita lupa, petunjuk kita hanya ada Al Quran dan Hadist. Karenanya, dengan memperingati Maulid Nabi ini, kita berkumpul semangatnya, semangat bersatu, mencontoh Nabi Muhammad SAW,” pesannya.

Ustadz Setiyono menjelaskan, telah ada dalam diri Rasulullah semua contoh yang baik, karena Rasulullah diutus untuk menyempurnahkan akhlak manusia. Karenanya, seluruh umat muslim, harus berpegang teguh pada Al Quran dan Hadist serta mengikuti sunnah Rasulullah. Banyak teladan yang telah diberikan Nabi Muhammad SAW dan semuanya bermanfaat baik bagi manusia.  “Saat dilahirkan, Nabi Muhammad sudah dalam keadaan yatim atau kehilangan ayahnya. Nilai yang kita dapat adalah, sebagai manusia kita pasti mengalami kehilangan. Karenanya kita hidup harus tawakal, menyerahkan seluruh urusan pada Allah SWT, dengan disertai usaha maksimal dan doa,” ungkapnya.

Ustadz Setiyono mengungkapkan, dalam kehidupannya Rasulullah selalu memberikan contoh pada umatnya agar selalu mengedapankan cinta kasih. Sebagai pemimpin, Rasulullah juga mempunyai rasa cinta yang besar pada umatnya, sehingga umat Muslim begitu bersatu pada kepemimpinan Nabi Muhammad.

“Bahkan menjelang akhir hidup beliau, yang dipikirkan adalah umatnya. Karenanya, kita sebagai umat yang begitu dicintai Rasulullah, marilah bersatu dalam kebaikan. Bersatu untuk menjalankan perintah Allah menjauhi larangan Allah. Mari kita bersama-sama terus makmurkan masjid, sehingga semakin banyak orang mendapatkan hidayah,” ujarnya.

Pengajian peringatan Maulid Nabi di Masjid Al Ma’ruf tidak hanya dihadiri oleh warga Jalan Sahabat, Busiri Ujung saja tapi dihadiri warga dari tempat lain.

Ketua DKM Masjid Al Ma’ruf, Suparno saat menyampaikan sambutan mengatakan, dengan diperingatinya Maulid Nabi, diharapkan sikap dan perbuatan Rasulullah bisa dijadikan keteladanan dalam kehidupan umat Muslim sehari-hari. (ani)

share on:

Leave a Response