Dewan Minta Pelaku Polisi Tangkap Pelaku Ijasah Palsu

share on:
Ketua DPRD Kabupaten Mimika, Elminus Mom Foto: Evan Soenarie/HP

Timika, HP

Menyikapi temuan penggunaan ijasah palsu beberapa pelamar CPNS di Kabupaten Mimika, Ketua DPRD Mimika, Elminus Mom meminta kepada aparat kepolisian untuk menangkap serta memproses hukum para pelaku tersebut.

Saat ditemui Harian Papua dikawasan Budi Utomo, Rabu (15/5), Elminus mengatakan, tindak memalsukan dokumen negara merupakan perbuatan yang melanggar hukum, dan patut untuk dipenjara.

“Jangan bermaksud melamar atau mencari pekerjaan kemudian memalsukan ijasah. Itu tindakan tidak baik dan melanggar hukum. Kalau mau cari kerja jadi PNS, harus pakai ijasah sendiri,” tuturnya.

Menurut informasi yang diterima, dirinya mengatakan bahwa pelaku yang memalsukan ijasah palsu tersebut merupakan warga pendatang, karena Dinas Pendidikan hanya menerima legalisir ijasah untuk lulusan luar Timika, sementara untuk lulusan Timika, disarankan untuk langsung melegalisir ijasah disekolah masing-masing.

“Terima kasih kepada dinas pendidikan yang telah berupaya menemukan pengguna ijasah palsu. Semoga kedepannya tidak ada lagi kejadian serupa yang terjadi. Pelaku harus ditangkap dan dipenjara, agar bisa menjadi efek jera bagi yang lain,” ujarnya.

Selain itu, ia juga meminta aparat kepolisian untuk membongkar dan menangkap oknum-oknum warga yang selama ini melakukan bisnis jual beli ijasah atau menawarkan jasa pembuatan ijasah dengan sistem tembak.

“Mereka itu yang harus duluan ditangkap, karena mereka yang menjadi pelaku utama, meski mereka hanya menerima jasa saja,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Jenni Ohestina Usmani mengatakan, bahwa pihaknya dengan begitu mudah mengidentifikasi ijasah palsu yang akan dilegalisir, karena dari segi warna dan bentuk ijasah palsu dengan yang asli sangat berbeda.

“Dari tampilan fisik kita sudah dengan mudah mengetahui kalau itu palsu. Belum lagi kalau kita periksa bardcodenya, pasti akan lebih akurat,” imbuhnya. (Zhu)

share on:

Leave a Response