Dinas Ketahanan Pangan Gelar Seminar Akhir NBM Dan PPH

share on:

 

Timika, HP

Dinas Ketahanan Pangan kabupaten Mimika menggelar seminar akhir Neraca Bahan Makanan (NBM) dan Pola Pangan Harapan (PPH) di hotel Grand Tembaga, Rabu (11/12). Tujuan kegiatan tersebut untuk memproleh gambaran situasi ketersediaan pangan di Kabupaten Mimika dalam rangka merumuskan langkah-langkah untuk mengantisipasi masalah yang mungkin terjadi di Kabupaten Mimika.

NBM dan PPH Kabupaten Mimika disusun oleh Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mimika yang bekerjasama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mimika. Data yang di hasilkan tersebut merupakan data resmi dari OPD-OPD terkait dan data BPS seperti data survey sosial nasional, data produksi palawija, data produksi tanaman holtikultura, data produksi pangan hewani dan nabati serta data impor pangan dari instansi terkait.

Bupati Mimika dalam sambutan yang dibacakan Wakil Bupati (Wabup) Mimika Johannes Rettob menuturkan, pemenuhan kebutuhan pangan seyogyanya tidak hanya ditekankan pada aspek kuantitas, tetapi juga memperhatikan kualitasnya, termasuk keragaman pangan dan keseimbangan gizi. Konsumsi pangan yang beragam sangat penting karena tubuh memerlukan banyak zat gizi yang dapat diperoleh dari berbagai jenis makanan dan Keragaman dan keseimbangan konsumsi minuman.

“Pangan pada tingkat keluarga akan menentukan kualitas konsumsi pada tingkat wilayah, baik kabupaten/kota, provinsi dan nasional,” tuturnya.

Menurut Bupati konsumsi pangan yang kurang atau melebihi kebutuhan dan berlangsung lama dalam tubuh akan menimbulkan dampak yang negatif yang merugikan bagi pertumbuhan dan kecerdasan, menurunkan produktivitas kerja serta gangguan berbagai penyakit seperti jantung koroner yang pada akhirnya dapat berpengaruh pada tingkat kualitas manusia tersebut.

Lanjutnya ehubungan dengan hal tersebut untuk mengukur sejauh mana keberhasilan penyediaan dan konsumsi pangan penduduk diperlukan suatu parameter jumlah, keragaman dan mutu gizi pangan, secara sederhana dan dapat diamati dari suatu susunan atau pola ketersediaan dan konsumsi pangan. Salah satu parameter sederhana yang dapat dipakai untuk menilai tingkat keanekaragaman dan mutu gizi pangan adalah Pola Pangan Harapan (PPH).

“Pola Pangan Harapan (PPH) tidak hanya memberi informasi tentang pemenuhan kecukupan gizi, akan tetapi sekaligus juga mempertimbangkan keseimbangan gizi yang didukung oleh cita rasa, daya cerna, daya terima masyarakat, kuantitas dan kemampuan daya beli masyarakat,” jelasnya.

Selanjutnya kepala Dinas Ketahanan pangan Kabupaten Mimika Syahrial menuturkan untuk menjawab permasalahan dan produksi pangan suat daerah memerlukan informasi tentang situasi tentang ketersediaan untuk konsumsi penduduk perkapita. Salah satu cara untuk memperoleh gambaran sutu pangan disuatu daerah dapat disajikan dalam suatu neraca atau tabel yang di beri nama neraca bahan makanan yang akan di bahas pada seminar akhir tersebut

“Pemenuhan kebutuhan pangan tidak hanya ditekankan pada aspek kualitas tetapi juga kuantitas pangan termasuk keraganman pangan dan keistimewaan gizi. Salah sat para meter yang bisa di pakai untuk menilai tingkat keanekaragaman dan mutu gizi adalah PHP,” tuturnya.

Bupati menambahkan alam penyusunan Neraca Bahan Makanan (NBM) diperlukan data sekunder dari OPD terkait di bidang Neraca Bahan Makanan (NBM) dan Pola Pangan Harapan (PPH) yang beranggotakan instansi terkait dan dikoordinir oleh Kepala BPS. Hasil pengumpulan dan analisis data di atas dibahas dan hasilnya diseminarkan dalam Seminar Akhir NBM dan PPH pada hari ini.

“Harapan kami, hasil diskusi dan masukan dari stakeholder/instansi terkait akan menyempurnakan tulisan ini dan akan dituangkan menjadi dokumen NBM dan PPH tahun 2018. Selanjutnya dokumen akan didistribusikan kepada stake holder terkait sebagai salah satu dokumen perencanaan pangan di Kabupaten Mimika,” ujar Bupati.

Syahrial menjelaskan bahwa seminar akhir tersebut dilakukan sebagai bahan evaluasi dengan menggunakan data tahun 2018 dengan harapan tahun 2019 sampai tahun 2020 ketahanan pangan Kabupaten Mimika bisa lebih baik dan terpenuhi dari kekurangan-kekurangan pangan pada tahun sebelumnya.

“Sebenarnya kita cukup beras tetapi kita ambil dari luar sehingga kita perlu beras dari dalam dari data tersebut kita tau sehingga tugas OPD dalam hal ini Dinas pertanian untuk buat lahan pertanian baru, begitu juga dengan ikan dan lain sebagainya,” jelasnya. (reg)

 

 

share on:

Leave a Response