Disperidag Mimika Minta Pertamina Laporkan Kuota BBM Setahun

share on:
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika Bernadinus Songbes Foto: Ricky/Harian Papua

Timika, HP

Antisipasi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk Kabupaten Mimika, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika Bernadinus Songbes meminta Pertamina untuk melaporkan kuota BBM untuk Mimika baik perhari, perbulan, triwulan, semester, sehingga ada dasar dalam melakukan pengawasan.

“Yang berdagang di daerah ini wajib lapor ke Pemda,” kata Songbes saat ditemui di kantor Disperindag di jalan Poros SP5, Rabu (11/12).

Songbes menjelaskan, pihak Freeport yang notabene merupakan perusahaan terbesar saja sering melaporkan hasil konsentrat yang dikirim keluar, sama halnya dengan perusahaan yang bergerak dibidang ekspedisi yang mana mereka selalu melaporkan jumlah barang yang masuk ke Timika. Kedepan Pertamina harus melakukan hal yang sama dengan perusahaan yang lain.

“Kemarin kapal barang yang dibongkar muat oleh TKBM saja kita sudah koordinasi akhirnya mereka rutin laporkan jumlah barang yang masuk jadi kami bisa tahu berapa barang yang masuk,” jelasnya.

Sejauh ini pihaknya tidak mengetahui berapa besar kuota BBM untuk Kabupaten Mimika dalam setahun, sehingga menyulitkan pihak Disperindag untuk melakukan pengawasan.

“Tapi kalau mereka tidak sampaikan kepada kita bagaimana kita mau tahu jumlah stok BBM untuk tahun ini berapa banyak, setiap hari kami keluarkan ini, begitu juga perminggu, perbulan. Kami hanya tahu 1 tanki truck untuk diangkut ke SPBU itu hanya 8 Kilo liter,” ungkapnya.

Kedepan apabila pihak Pertamina melaporkan setiap BBM yang masuk dan pendistribusiannya ke masing-masing SPBU maka Pemkab Mimika melalui instansi terkait akan melakukan pengawasan sehingga tidak terjadi kelangkaan BBM seperti yang terjadi di tahun 2019.

“Harusnya mereka lapor supaya memudahkan kami dengan Sat Pol PP untuk kami awasi, koq Freeport saja lapor konsentrat dan juga pekerja asing setiap tahun, masa yang ada di depan mata hasil bumi Indonesia ini tidak dilaporkan,” harapnya. (rik)

share on:

Leave a Response