Distrik Mimika Baru Gelar Rakor Peningkatan Kamtibmas

share on:
Rapat Koordinasi Peningkatan Kamtibmas se Distrik Mimika Baru yang digelar di Hotel Emerald, Jalan Cendrawasih, Rabu (10/10)/ foto : husyen abdillah opa-Harian Papua

TIMIKA,HP

Pemerintah Distrik Mimika Baru (MIRU) menggelar Rapat Koordinasi Peningkatan Keamanan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) dengan tiga agenda yaitu masalah penertiban Pedagang Kali Lima (PKL), Permasalahan anak-anak Aibon dan Persoalan Penanganan Sampah.

Rakor Kamtibmas yang dipimpin langsung oleh Kepala Distrik Mimika Baru, Drs.Ananias Faot,MS,i digelar di Hotel Emerald pada Rabu (10/11). Hadir dalam rapat tersebut diantaranya, Wakapolsek Mimika Baru, Iptu Harikatang, Sekretaris Dinas Satpol PP, Stefanus Marandof, Kepala BNN AKP Mursaling, Kepala Bidang Persampahan Dinas Lingkungan Hidup, Ramli Lie, Kepala BNPB Mimika Yosisas Losu, Perwakilan Dinas Sosial, Perwakilan Dinas Perindustrian Dan Perdagangan serta seluruh Lurah yang ada di distrik Mimika Baru.

Tiga topik yaitu persoalan pengelolaan Sampah yang disampaikan oleh Kabid Persampahan Ramli Lie, Kepala BNN AKP Mursaling soal anak-anak Aibon dan Penertiban PKL yang ada di Pasar Lama dan Gorong Gorong serta Mama mama penjual noken.

Kadistrik Mimika Baru, Drs Ananias Faot mengakui diwilayah hukum Distrik Mimika Baru saat ini mencari formasi atau solusi terkait tiga masalah tersebut, karena itu pihaknya menggelar rakor ini untuk bisa mencari solusi dan usulan sehingga kita bisa menghasilkan rekomendasi yang nantinya akan kita serahkan kepada pemerintah daerah.

“Kegiatan Rakor ini tindak lanjuti dari kegiatan yang digelar beberapa waktu lalu, tujuannya adalah sama bagaimana kita sama-sama dengan seluruh OPD terkait untuk bisa mencari dan menyelesaikan masalah yang saat ini terjadi. Kita harus tetap berkoordinasi dan bersinergi dengan berbagai pihak untuk mengatasi tiga hal yaitu bagaimana menata kota Timika agar bisa terlihat indah, salah satunya yaitu pedagang di Jalan Bhayangkara dan Gorong gorong harus ditertibkan. Selain itu masalah Mama mama penjual noken harus dicarikan solusi agar tidak berjualan di pinggi jalan,”ungkap Kadistrik.

Menurutnya, hal lain yang juga menjadi perhatian yaitu dinas terkait seperti Disperindag yang bertanggungjawab soal pedagang di beberapa titik termasuk Mama mama Papua yang menjual noken harus juga solusi, sebab Mimika pada tahun 2020 menjadi tuan rumah PON dan syaratnya adalah Mimika harus mampu meraih kota terbersih yaitu Adipura.

“Saya sangat yakin kalau semua OPD dan lembaga bersama-sama berjalan dan berkoordinasi maka tidak ada yang tidak bisa kita selesaikan. Karena itu, dengan beberapa masukan dan saran yang telah menjadi rekomendasi Rakor ini kita akan dorong dan serahkan kepada Bupati selaku pimpinan daerah untuk bisa menjadi perhatian,”katanya.

Kadistrik Faot, mengakui bahwa salah satu rekomendasi yang terpenting juga adalah soal penganggaran dari masing-masing OPD yang diusulkan kepada pemerintah agar dapat di akomodir.

“Persoalan utama yang dialami oleh OPD dan instansi untuk menyelesaikan masalah itu tergantung dari anggaran, kalau tidak didukung anggaran maka OPD tidak akan bisa maksimal. Salah satu contoh adalah masalah penanganan sampah, pembinaan dan pendampingan anak-anak Aibon tidak akan bisa berjalan,”pintanya. (opa)

share on:

Leave a Response