Dua Dari 10 Tersangka Pengrusakan Diversi

share on:
Kasat Reskrim Polres Mimika AKP I Gusti Anantha Foto: Ricky Lodar/Hp

Timika, HP

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Mimika mengatakan, sebanyak 2 dari 10 tersangka pengrusakan pada saat aksi demo anarkis anti rasisme di halaman kantor DPRD Mimika untuk penyelesaiannya akan diselesaikan melalui Diversi atau pengalihan penyelesaian perkara dari proses peradilan ke proses di luar peradilan pidana.

“Untuk 10 tersangka kerusuhan itu ada 2 anak dibawa umur itu diversi dan semua tetap diproses,” kata Kasat ketika ditemui di Sentra Pelayanan Polres Mimika, Senin (9/9).

Ia menjelaskan, proses peradilan bagi anak dibawa umur akan dilakukan berdasarkan UU Nomor 11 tahun 2012 yang mana bisa diselesaikan diluar peradilan pidana apabila terjadi kesepakatan antara korban, tersangka dan orang tua tersangka. Dengan catatan apabila anak tersebut melakukan tindak pidana lagi makan akan diproses secara hukum.

“Namun sesuai dengan UU sistem peradilan anak UU nomor 11 tahun 2012 ada penanganan diversi, jadi misalnya sistem peradilan anak ini dikenakan kepada pelaku tindak pidana yang baru pertama melakukan tindak pidana, korban pelapor termasuk orang tua tersangka,” jelasnya.

Sementara itu ditanya terkait dengan proses hukum 10 tersangka pengrusakan. Kata dia, saat ini pihaknya tengah melengkapi berkas perkara untuk dikirim ke pihak Kejaksaan setelah dilengkapi dengan saksi ahli.

“10 tersangka itu masih melengkapi berkas, kita sudah lengkapi saksi ahli, khusus atensi kasus ini kita serius proses hukum,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, kejadian bermula saat terjadi aksi demo damai anti rasisme di halaman kantor DPRD Mimika yang berujung ricuh, pada saat itu pihak keamanan yang turunkan berhasil memukul mundur massa yang melakukan pelemparan batu.

Massa yang terpecah menjadi dua bagian melakukan pengrusakan sejumlah kendaraan milik TNI Polri dan instansi pemerintah dan juga sebuah hotel di Mimika. (cr13)

share on:

Leave a Response