Fokus Kembangkan Sektor Pendidikan, LPMAK Lebih Selektif Penerima Beasiswa

share on:
RESMIKAN - Sekretaris Ekeskutif LPMAK Abraham Timang mendapimpingi Menteri ESDM Ignasius Jonan dan Wakil Bupati Mimika Yohanis Bassang saat meresmikan gedung Sekolah Taruna Papua, Kamis (2/5) lalu. Foto : DOK/HP

Timika, HP

Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK) terus berupaya meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat dua suku asli serta lima suku kekerabatan lainnya. Salah satunya adalah pengembangan sektor pendidikan.

Sekretaris Eksekutif  LPMAK Abraham Timang mengatakan meskipun dana bantuan dari PT Freeport Indonesia (FI) saat ini tidak sebesar seperti beberapa tahun lalu, namun pihaknya tetap berupaya untuk tidak membuat program pelayanan di tiga pilar utama LPMAK menjadi goyah.

“Kita tetap fokus pada pelayanan kesehatan, pendidikan, serta pengembangan ekonomi. Untuk pendidikan, tahun ini kita tetap menerima peserta beasiswa, namun kita lebih selektif agar lulusannya tidak ada yang menjadi pengangguran,” kata Abraham, saat ditemui di bilangan Hasanuddin, Sabtu (15/1).

Abraham menjelaskan, setelah mengevaluasi program beasiswa LPMAK selama ini, ditemukan bahwa tidak semua lulusan yang dibiayai oleh LPMAK terserap di dunia kerja.

“Kami tidak mau ada sarjana yang kami biayai menjadi pengangguran. Karena selama ini kami melihat ada banyak sarjana yang terima beasiswa dari LPMAK menjadi pengangguran. Bahkan ada yang sampai menjadi pembuat onar kalau mabuk-mabuk. Hal inilah yang kami ingin putuskan, makanya kami sekarang lebih selektif dalam menerima peserta beasiswa,” ungkapnya.

LPMAK kemudian menerapkan peraturan baru, bahwa tidak semua jurusan akan diakomodir dalam program beasiswa yang ditangani oleh Biro Pendidikan LPMAK. Ada standar khusus yang harus dipenuhi oleh calon penerima beasiswa. “Artinya, jurusan-jurusan yang selama ini tidak terpakai dilapangan, kami tidak terima lagi. Jurusan yang diminati dan diperlukan, itulah yang kami prioritaskan untuk diterima,” ucapnya.

Abraham menyebut jurusan yang diprioritaskan yakni kesehatan, pendidikan, pertambangan, penerbangan, seminari untuk Katolik dan STT untuk Kristen. “Intinya kami mau melihat lulusan yang kami biayai diterima di dunia kerja ketika mereka kembali ke Timika,” imbuhnya.

Untuk tahun 2019 ini, sebut  Abraham, LPMAK masih menyalurkan dana pendidikan untuk membiayai ribuan peserta beasiswa yang tersebar di berbagai kota studi di Indonesia. “Untuk saat ini LPMAK masih konsisten membiayai peserta beasiswa yang berjumlah 1.400 anak. Ini adalah bentuk komitmen kami dalam memberdayakan warga Papua,” ungkapnya.

Para penerima beasiswa LPMAk tersebut mengikuti pendidikan pada berbagai lembaga pendidikan, seperti USTJ, SMA Negeri 3 Sentani, Unipa Manokwari, ITB, Unika Semarang, Unika Surabaya, SMK Agnes Surabaya, Sekolah Penerbangan di Cilacap, dan beberapa perguruan tinggi lainnya.

“Kami tetap menerima peserta beasiswa namun terbatas, karena kami tidak mau lulusan beasiswa LPMAK menjadi pengangguran. Oleh sebab itu kami melakukan seleksi yang ketat untuk menerima calon peserta beasiswa untuk mengikuti pendidikan di lembaga pendidikan yang menjalin kerja sama dengan LPMAK,” imbuhnya. (zhu)

share on:

Leave a Response