Freeport Dukung BKSDA Lestarikan Satwa Endemik

share on:
Pelepasliaran kura-kura moncong babi oleh KSDA yang didukung oleh Freeport/ Ryeno guritno/ HP

Timika, HP

PT Freeport Indonesia (PTFI) mendukung Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dalam upaya pelestarian satwa satwa endemik yang dilindungi seperti kura-kura Moncong babi, Kasuari, Kangguru Tanah dan lain sebagainya.

General Superintenden Low Land Reclamation PT Freeport Indonesia (PTFI) Robert Sarwom di Mile 21, Selasa (14/5) dalam acara serah terima kura-kura moncong babi untuk dilepas liarkan mengatakan, PT FI memiliki komitmen dalam pengelolaan lingkungan salah satunya konservasi satwa yang dilindungi. Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan dengan adanya kandang transit untuk satwa hasil tangkapan yang akan di lepas liarkan.

“Pada dasarnya kami sangat mendukung dan mensupport semua satwa endemik guna turut pelestarian lingkungan salah satunya terhadap satwa yang dilindungi,” tuturnya.

Robert menambahkan bahwa pihaknya hanya sebatas memberikan dukungan dan support yang dibutuhkan untuk kepentingan pelestarian lingkungan. Pihaknya bekerja sama dengan BKSDA dan Pemkab Mimika hanya memfasilitasi tempat untuk hewan-hewan sitaan dari penangkapan terhadap penyelundupan maupun penjualan satwa secara ilegal.

“Kami hanya sebatas mensuport seperti tempat karantina satwa dan mensupport pemerintah dan BKSDA dalam proses pelepas liaran satwa yang sudah siap untuk dilepas,” ujarnya.

Selain dukungan penuh yang dilakukan oleh PTFI,  juga dukungan penuh dari pihak kepolisian terutama dari Polda Papua maupun Polres Mimika dalam pengungkapan kasus-kasus penyelundupan atau penjualan ilegal terhadap satwa-satwa yang dilindungi. Peran Kepolisian sangat dibutuhkan untuk melestarikan hewan langka.

Panit subdit 4 Tipiter Ditreskrimsus Polda Papua Ipda Irmunjaya mengatakan bahwa pihaknya memiliki tugas utama yaitu untuk membatasi pergerakan penyelundupan satwa dilindungi. Hal tersebut dilakukan demgan cara membatasi ruang gerak oknum-oknum yang akan menyelundupkan satwa dilindungi.

“Subdit 4 Tipiter ini merupakan Subdit yang membidangi masalah sumberdaya alam itulah tugas pokok kami,” tuturnya.

Perlu diketahui Peraturan Pemerintah No.7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Tumbuhan dan Satwa Liar dan Peraturan Menteri LHK No106/MENLHKISETJEN/KUM. 1/12/2018 tentang perubahan kedua atas Peraturan Menteri LHK Nomor P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang jenis tumbuhan dan satwa yang dilindungi. (reg)

share on:

Leave a Response