Kadis PU-PR, Dorong Bangun Mimika dengan Konsep “Jamannya Berdata”

share on:
TATAP MUKA - Kadis PU-RP Mimika Robert Mayaut saat tatap muka bersama pimpinan OPD di Kantor Dinas PU-RP, Rabu (3/10). / FOTO : Marsel Balawanga/HP

Timika, HP

Pembangunan daerah diarahkan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat merupakan tantangan yang besar bagi pemerintah daerah. Keterbatasan anggaran terkadang menjadi kendala dalam pembangunan.

Dalam upaya menjawab tantangan tersebut, strategi pemerintah di antaranya adalah meningkatkan peran masyarakat, kalangan dunia usaha, organisasi pemerintah, dan pembiayaan internasional dalam pembangunan nasional.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika bisa membangun sinergitas yang baik dengan perusahan, baik BUMN, BUMD maupun perusahaan swasta lainnya untuk bersama-sama  membangun daerah melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) setiap perusahan yang  ada di Kabupaten Mimika.

Kepala Dinas  Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR) Kabupaten Mimika Robert Mayaut mengatakan saat ini dirinya sedang mendorong satu kosep baru yang diberi nama “Jamannya Berdata” untuk menata dan membangun Kota Timika dan Kabupaten Mimika ke depan.

Konsep tersebut dengan bersinergi bersama-sama BUMN, BUMD dan perusahaan swasta yang ada di Kabupaten Mimika melalui dana CSR untuk bersama sama membangun  Mimika.

“Jaman Berdata ini akronim dari  Jalan, Mantap, Nyaman Bersama Pemda  dan Swasta. Intinya itu bagaimana  teman-teman BUMN, BUMD dan swasta  kan ada undang undang tentang tanggung jawab sosial  dan lingkungan. Di sini kita ajak mereka bersama-sama berperan dalam pembangunan,” jelas Robert saat bertatap muka bersama para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kantor Dinas PU-RP, SP3, Rabu (3/10).

Robert  menyebut di beberapa kota besar sinergitas antara pemerintah daerah dan pihak swasta untuk bersama-sama membangun dan menata kota sudah berjalan sangat baik. Oleh karena itu, dirinya siap mendorong konsep “Jamannya Berdata” untuk  diterapkan di Kabupaten Mimika.

Robert mengakui bahwa konsep tersebut tentunya harus didukung semua pihak yang terlibat untuk bersama-sama membahasnya. Untuk itu, dirinya akan mengundang pihak BUMN, BUMD dan swasta  bersama-sama membicarakan konsep tersebut secara serius. “Sehingga mereka terlibat juga pada perbaikan jalan dan juga lampu-lampu jalan. Kita kasih mereka berperan sama-sama. Seperti di Jakarta, konsep terbuka hijau kita kasih ke perusahaan untuk menata. Nanti dia bisa pasang iklan di situ, silakan,” jelasnya.

Robert mengungkapkan konsep tersebut merupakan salah satu proyek perubahan yang nanti dipaparkannya dalam kegiatan PIM II di Ambon, Provinsi Maluku.

Robert menegaskan, konsepnya itu bukan hanya sekadar  untuk proyek perubahan sebagai salah satu tugas dalam mengikuti PIM II, namun konsep tersebut akan betul-betul dimplemnatasikan di Kabupaten Mimika sehingga dirinya berencana  segera membentuk tim untuk membicarakan konsep “Jamannya Berdata” secara serius.

“Kenapa saya pilih gagasan itu,  karena melihat keadaan sekarang. Kondisi sekarang kalau kita lihat jalan berlubang  atau rusak, kita tidak bisa bebas kerjakan. Dana harus tunggu DPRD ketuk palu pengesahan.  Kadang-kadang anggaran kita juga terbatas. Jadi, kalau ada jalan lubang kecil, masa kita tunggu ketuk palu. Di satu sisi keselamatan masyarakat pengguna jalan sangat penting, itu yang kita mau coba terobosan baru,” jelas Robert.

Sementara itu, Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Mimika Sihol Parningotan mengatakan pihaknya tentu mendukung jika konsep tersebut untuk pembangunan kesejahteran masyarakat. “Kalau untuk kepentingan masyarakat kami mendukung penuh,” kata Sihol dalam pertemuan itu.

Dukungan agar konsep “Jamannya Berdata” diterapkan di Kabupaten Mimika juga disampaikan Kepala Dinas Satpol PP Mimika Willem Naa. Willem meminta Kadis PURP untuk segera membentuk tim dan mengundang pihak-pihak terkait, baik BUMN, BUMD dan pihak swasta lainnya untuk membicarakan hal tersebut secara serius. (sel)

share on:

Leave a Response