Kadistrik Miktim Akui Miras Diberantas Total Di Wilayahnya

share on:
Kepala Distrik Mimika Timur Marike Warinussy Foto: Evan Soenarie/HP

Timika, HP

Kepala Distrik Mimika Timur, Marike Warinussy mengakui, bahwa peredaran minuman keras hasil olahan pabrik hingga kini belum bisa diberantas secara total. Hal ini disebabkan karena operasi penangkapan belum dijalankan secara intens.

Marike mengatakan, bahwa selama ini operasi yang dilakukan oleh aparat kepolisian bekerjasama dengan pihak Koramil Mapurujaya belum berhasil untuk menutup total pabrikan minuman keras tersebut.

“Kalau bisa operasi itu digelar seminggu sekali, sehingga warga tidak ada ruang lagi untuk bergerak membuka tempat operasi penyulingan miras. Karena selama ini, nyatanya masih ada yang buka. Di sini ditutup, ditempat lain lagi yang buka,” tuturnya Saat ditemui Harian Papua diruang kerjanya, Rabu (15/5),.

Menyikapi isu yang santer beredar, bahwa pabrikan minuman keras lokal tersebut dibackingi oleh oknum-oknum petugas keamanan, dirinya mengakui seringkali mendengar isu serupa, hanya saja hingga kini belum ada bukti yang bisa meyakinkan dirinya untuk mempercayai kabar burung tersebut.

“Kita juga sering dengar, tapi kita juga harus perlu ada bukti. Kalau tidak ada bukti lalu kita telan mentah-mentah kabar tersebut, kita juga salah. Yang jelas, operasi harus digelar seminggu sekali, sehingga tidak ada lagi kesempatan bagi mereka untuk produksi miras,” ungkapnya.

Sementara itu, Tokoh Perempuan Kamoro Agustina Yatanea mengatakan, bahwa hingga kini Miras di Mapurujaya belum bisa diberantas. Akibatnya, orang-orang mabuk masih berkeliaran membuat keonaran yang akhirnya membuat masyarakat lainnya menjadi resah.

“Ini harus disikapi dengan baik, agar tidak ada lagi orang mabuk di Mapurjaya. Kami sebagai perempuan takut melihat orang-orang mabuk,” imbuhnya. (Zhu)

share on:

Leave a Response