Kampung Mulia Kencana Bebas Dari Gangguan Ternak

share on:
Kepala Kampung Mulia Kencana Samsul Bahri Foto: Evan Soenarie/HP

Timika, HP

Warga Kampung Mulia Kencana (SP7) Distrik Iwaka kini terbebas dari gangguan hewan ternak piaraan warga yang selama ini berkeliaran bebas dalam lokasi perkampungan.

Kepala Kampung Mulia Kencana Samsul Bahri saat ditemui Harian Papua diruang kerjanya, Kamis (16/5) mengatakan, bahwa pihak warga telah menggelar kesepakatan secara bersama-sama, dimana hewan ternak yang kedapatan berkeliaran dalam perkampungan, maka akan langsung dibunuh.

“Ini sudah kesepakatan bersama untuk menjaga dan mengkandangkan ternak mereka. Apabila ada yang kedapatan berkeliaran dalam perkampungan, maka akan langsung dibunuh” tuturnya.

Dijelaskan, bahwa kesepakatan tersebut ditempuh karena masing-masing peternak sudah mendapatkan dana yang dialokasikan dari dana desa sebesar 600 juta, dimana masing-masing peternak babi Rp. 300 juta, sedangkan peternak sapi juga mendapat dana sebesar Rp. 300 juta.

“Untuk pembagian ke masing-masing peternak, itu menjadi urusan ketua kelompok peternakan yang ada. Intinya, sekarang tanaman warga sudah aman dari gangguan ternak,” ungkapnya.

Sebelumnya, warga Kampung Mulia Kencana kerap mengeluh karena tanaman mereka habis dimakan oleh ternak piaraan warga yang sengaja dilepas oleh warga.

Namun semenjak kesepakatan tersebut ditempuh, warga yang memiliki ternak akhirnya memilih untuk membuat kandang atau mengikat ternak mereka. (Zhu)

share on:

Leave a Response