Kehadiran TNI di Kampung Mandiri Jaya, Adalah Anugerah Tuhan

share on:
Kapten Inf M. Munir sebagai Pasi Ops TMMD yang juga merupakan Danramil 1710-03/Kuala Kencana sedang berbincang bincang dengan salah satu Ibu Rumah Tangga di kampung Mandiri Jaya Foto : Istimewa

TIMIKA,HP

Dengan dilaksanakannya Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-105 tahun 2019 oleh Kodim 1710/Mimika di kampung Mandiri Jaya (SP 1) Distrik Wania Kabupaten Mimika, Papua masyarakat mengakui adalah sebuah anugerah terindah yang diberikan Tuhan.

Sentuhan keakraban dan komunikasi yang dilaksanakan oleh para anggota TNI yang sedang melaksanakan beberapa pembangunan fasilitas di Kampung Mandiri Jaya begitu terasa menyentuh yang dirasakan oleh warga yang merupakan warga pengungsian dari Kampung Kwamki Lama (Kini Kwamki Narama).

Begitu dekat dan harmonisnya dalam sebuah kemanunggalan antara warga dan annggota TNI sangat dirasakan yang luar biasa melebih kedekatannya mereka dalam silsilah keluarga mereka, anggota TNI tidak hanya saling bahu membahu dengan warga dalam kerjasama mengerjakan sebuah fasilitas namun berkumpul dan dan duduk dalam satu rumah bersama menikmati makan bersama adalah sesuatu yang diluar dugaan mereka.

Hampir semua anggota TNI yang terlibat dalam TMMD selama dua hari sejak dibukanya TMMD selalu bersama dengan warga, bahkan anggota TNI yang datang dari berbagai suku dan asal saling bercengkrama nampak terlihat jelas tidak sekat dan perbedaan antara mereka.

Hal itulah yang dirasakan langsung oleh salah satu Ibu Rumah Tangga bernama Natalia (35) kepada Harian Papua, mengaku sangat bersyukur dan sangat bergembira dengan kehadiran personil TNI dalam kegiatan TMMD.

“Kehadiran anggota Satgas TMMD ke 105 Kodim 1710/Mimika di kampung Kami ini seperti dalam mimpi namun nyata, karena baru kali ini saya rasakan begitu indahnya kebersamaan dan keakraban yang ditunjukkan oleh aparat TNI saat ini. Saya akui bahwa kegiatan TMMD ini adalah sebuah anugerah yang Tuhan berikan kepada warga di Kampung Mandiri Jaya ini,”akui Ibu Natalia, pada Kamis (11/7).

Natalia mengakui bahwa hubungan dan harmonis serta sikap yang begitu bersahabat dari para personil TNI baru dirasakan kali ini sejak mereka mendiami kampung Mandiri Jaya. Dalam penuturannya, Natalia mengakui momen dalam beberapa hari setelah dicanangkan TMMD sangat berbeda yaitu suasana yang ramai dan bersahabat  dari para anggota TNI seakan merubah suasana kampung yang biasanya sepi diwaktu waktu tertentu.

“Saya tak pernah merasakan suasana seperti sekarang sejak dia lahir dikampung ini, baru kali ini setelah ada TMMD. Kampung kami menjadi ramai karena sejak pagi hingga malam ada saja kegiatan yang dilakukan secara bersama sama antara warga dan TNI, semuanya merubah kami dan mampu membangkitkan semangat warga khususnya kaum pria untuk membangun kampung Mandiri Jaya ini, “ungkap Natalia.

Ia mengapresiasi semua anggota TNI yang melaksanakan Satgas TMMD  dan memastikan akan ada Infrastruktur serta ilmu yang diterima masyarakat  sebagai modal penting untuk warga nantinya  setelah selesai TMMD bisa menerapkan semua ilmu dan pengalaman selama TMMD dilaksanakan.

“Berbagai infrastruktur yang nantinya ditinggalkan oleh bapak TNI akan kami jaga dan rawat dan akan bisa mandiri dengan ilmu ilmu serta pengalaman yang warga dapatkan dari TNI. Kegiatan TMMD ini juga akan mampu menggugah hati bagi warga disini untuk bisa membangun kampung yang lebih baik,”serunya.

Salah satu anggota Satgas TMMD ke-105 Serka Nendar, mengaku kedekatan dan kebersamaan anggota Satgas dengan masyarakat  Kampung Mandiri kami selalu kedepankan salah satunya dengan menjalin hubungan emosional diantara mereka.

“Saya senang, justru dengan komunikasi sosial para anggota Satgas bersama warga sekitar bisa berbagi akan hal pengalaman-pengalaman positif serta menumbuhkan jiwa kebangsaan. Dengan begitu itu kedekatan antara TNI dan masyarakat tetap terjaga dan target kemanunggalan TNI dengan rakyat akan segera tercapai,” ujarnya. (opa)

share on:

Leave a Response