Kejadian di Ilaga Karena Ada Tekanan Kelompok Tertentu

share on:
Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw dan Pangdam XVII/Cendrawasih Mayjen TNI Herman Asaribab Foto: Ricky Lodar/Hp

Timika, HP

Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw mengatakan, kejadian penembakan yang dilakukan di Ilaga Kabupaten Puncak beberapa waktu lalu terhadap tukang ojek dan pedagang karena ada tekanan dari kelompok tertentu, yang mana tidak ada gerakan yang dilakukan oleh kelompok bersenjata disana.

“Kalau Ilaga sementara yang berkaitan dengan kejadian penembakan itu memang Bupati sudah menyelesaikan,” kata Kapolda saat ditemui di Rimba Papua Hotel, Rabu (9/10).

Ia menjelaskan, penembakan yang dilakukan oleh kelompok bersenjata di Ilaga lantaran mendapat tekanan bawahannya. Karena di beberapa daerah telah terjadi gerakan, namun di Ilaga tidak ada pergerakan.

“Jadi informasinya mereka mendapat tekanan juga bahwa mereka diam saja, sementara Wamena dan Jayapura sudah berdarah,” jelasnya.

Tekanan tersebut membuat kelompok yang berada di wilayah Ilaga melakukan kekerasan, membakar bangunan sekolah yang sudah lama tidak digunakan, beberapa honai kosong dan juga penembakan terhadap tukang ojek dan pedagang.

“Itu yang mereka membuat sedikit reaksi dengan membakar bekas sekolah, kemudian membakar honai yang sudah tidak digunakan lagi kemudian ada beberapa tembakan,” ungkapnya.

Usai kejadian tersebut, pemerintah, dan tokoh-tokoh di Ilaga sepakat untuk tetap menjaga kemtibmas setelah prosesi bakar batu.
“Setelah itu mereka bakar batu dan mereka sampaikan bahwa kami tidak mau ganggu Ilaga, jadi nanti kita lihat lagi perkembangannya,” katanya. (Rik)

share on:

Leave a Response