Kirab Hasil Bumi Meriahkan Harlah ke-93 NU di Mimika

share on:
KIRAB - Pawai kirab hasil bumi yang digelar dalam memperingati Harlah ke-93 NU dan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kabupaten Mimika, Minggu (13/1)./ Foto : Ryeno guritno/HP

Timika, HP

Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalam Mimika bersama Jemaah Istighotsah An Nahdliyyah Kabupaten Mimika memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-93 Nahdlatul Ulama (NU) dan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan menggelar kirab hasil bumi.

Selain dimeriahkan dengan kirab, juga dilakukan doa bersama di halaman Masjid Nurul Hikmah, Jalan Poros Pomako, Kilometer 14, Kampung Mware, Distrik Mimika Timur, Minggu (13/1).

Pantauan Harian Papua, hasil bumi berupa sayuran dan buah-buahan yang disusun menyerupai kerucut besar atau dalam bahasa Jawa gunungan berjumlah empat  buah yang dibawa oleh empat mobil bak terbuka dan diarak dari Kilometer 10 menuju SP1, dan dilanjutkan menuju Kompi D kemudian kembali dan finish di Masjid Nurul Hikmah.

Usai melakukan kirab para peserta dan tamu undangan melakukan doa bersama dan mendengarkan tausiyah oleh KH Ali Mahfud Syafaat selaku pengasuh Ponpes Darussalam Jakarta dan KH Hisyam Syafaat yang merupakan pengasuh Ponpes Darussalam Blok Agung Banyuwangi.  Usai doa bersama, para tamu undangan beramai-ramai berebut hasil bumi yang selesai dikirab dan didoakan tersebut.

Ketua Panitia Harlah  ke-93 NU, H Sugiarso dalam sambutannya  menyampaikan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada para undangan yang mayoritas masyarakat NU Jawa, terutama yang tergabung dalam paguyuban-paguyuban, yang telah mendukung dan membantu terlaksananya kegiatan  tersebut.

“Terima kasih para warga yang telah menyukseskan acara ini dalam bentuk waktu, tenaga maupun materi.  Semoga seluruh kebaikan bapak ibu diterima oleh Allah, dicatat sebagai amal sholeh dan diberikan berkah selalu,” ujarnya.

Sugiarso menjelaskan kirab hasil bumi tersebut  merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah yang telah melimpahkan hasil bumi melalui perkebunan maupun pertanian yang ada di Kabupaten Mimika. Selain itu, hendak menunjukkan kalau Kabupaten Mimika adalah daerah yang subur dan memiliki hasil bumi yang melimpah.

“Hasil bumi ini sebagai tanda berkah dari Allah SWT atas hasil bumi yang melimpah dari saudara-saudara kita, nantinya akan dibagikan kepada tamu yang hadir. Insya Allah hasil bumi yang diperoleh nanti sebagai berkah, karena sebelum dibagi atau diperebutkan, didoakan terlebih dahulu,” jelasnya.

Selanjutnya, Pengasuh Ponpes Darussalam Mimika Ustadz Hasyim dalam sambutannya menyampaikan bahwa adanya pondok pesantren sangat penting dalam mendidik anak dalam bidang agama. “Mudah-mudahan dibukanya Ponpes Darusalam Mimika menjadi ponpes idaman dan memberikan manfaat untuk putra-putri kita semua,” harapnya.

Ustadz Hasyim mengatakan, “Hendaklah kita semua takut untuk untuk meninggalkan putra-putri atau generasi kita dalam kondisi lemah. Untuk itu, dengan hadirnya Ponpes Darussalam, kita semua jemaah Istighotsah An Nahdliyah bersama-sama untuk menciptakan dan membangun pendidikan pesantren milik NU dan untuk generasi NU.”

Selaku pengasuh Ponpes Darussalam Mimika, Ustadz Hasyim memohon dukungan dari masyarakat Islam Mimika khususnya masyarakat NU agar pesantren tersebut menjadi besar dan menghasilkan santri-santri yang berkualitas dan membanggakan orangtua serta bangsa dan negara.

Kontribusi orangtua sangat dibutuhkan, karena tanpa dukunga dan kontribusi, pendidikan di pesantren tidak akan berjalan baik. “Insya Allah apa yang bapak ibu salurkan dan dukungan, baik tenaga maupun pikiran bahkan harta, akan sangat bermanfaat untuk membekali generasi kita yang akan datang. Dengan banyaknya aliran-aliran yang melenceng maka dengan adanya pondok pesantren ini akan membentengi putra-putri kita,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut dihadiri Forkompinda Kabupaten Mimika dan seluruh masyarakat muslim NU se-Kabupaten Mimika yang didominasi masyakarakat Jawa Bersatu. Kegiatan tersebut ditutup dengan pembagian dan memperebutkan hasil bumi yang sudah didoakan. (reg)

share on:

Leave a Response