Kirim 1,7 Ton Beras, Pesawat Milik Carpediem Hilang Kontak

share on:

Mimika HP

Pesawat Twin Otter DHC6-400 Nomor register, PK-CDC, milik milik PT. Carpediem Aviasi Mandiri dengan Rute Timika-Ilaga-Timika mengalami lost contact (kehilangan kontak) sekira pukul 10.53 WIT atau 10 menit sebelum mendarat di bandara Ilaga, Rabu (18/9).

Pesawat diawaki pilot Dasep, Co Pilot Yudra, engineer Ujang dan seorang penumpang Bharada Hadi dengan misinya adalah mengirim cargo beras bulog sebanyak 1,7 ton ke Ilaga.

Kepala UPBU Mosez Kilangin Timika Ambar Suryoko mengatakan, pihaknya menerima laporan terjadi lost contact pesawat Twin Otter DHC6-400 Nomor register, PK-CDC, milik milik PT. Carpediem Aviasi Mandiri Type dengan rute Timika Ilaga Timika.

“Hari ini tanggal 18 September kami menerima informasi dari pihak Airnav telah lost contact pesawat milik PT. Carpediem Aviasi Mandiri Type Twin Otter DHC6-400, Noreg PK-CDC, Rute Timika Ilaga Timika,” kata Ambar saat menggelar konferensi pers di kantor UPBU Mosez Kilangin Mimika, Rabu (19/9).

Ia menjelaskan, Saat ini terjadi lost contact, pihak UPBU dan Airnav telah berkoordinasi dengan pihak kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, TNI-AY dan Satuan Radar 243/Mimika untuk melakukan pencarian aplikasi jatuhnya pesawat.

Pada kesempatan yang sama Flight Support Ilham dari PT Carpediem Aviasi Mandiri mengatakan, Pesawat tersebut take off dari Bandara Mosez Kilangin dengan misi pengiriman logistik beras sebanyak 1,7 ton dan terdapat satu penumpang atas nama Bharada Hadi yang diestimasikan 10 menit tiba di bandara Ilaga.

“Jadi kita take off pukul 01.35 dari Timika menuju Ilaga dengan muatan beras bulog sama satu penumpang dari Brimob menuju Ilaga, 10 menit lagi sampai di Ilaga,” kata Ilham.

Ilham menjelaskan, pesawat naas tersebut melakukan tiga kali penerbangan dalam sehari dengan rute Timika-Ilaga-Timika, Timika-Mulia-Timika, Timika-Ilaga-Timika dengan waktu istirahat selama 20 menit dengn kondisi pesawat yang siap terbang dan didukung oleh kondisi cuaca yang baik.

“Dari pihak kami sudah membawa satu pesawat dari Nabire untuk membantu pencarian,” jelasnya.

Sementara ditanya terkait jumlah kapasitas. Kata Ilham, muatan veras seberat 1,7 ton, yang mana pesawat tersebut berkapasitas 1720 kilo atau 1,7 ton sehingga sudah sesuai standar penerbangan.

Diketahui, pesawat tersebut baru beroperasi sejak 1 tahun lalu untuk melayani penerabangan perintis ke wilayah pedalaman Papua.

Sementara itu, Kepala Airnav Cabang Timika Andi Nurmansyah mengatakan, terjadi lost contact melakukan penerbangan dari Timika pukul 10.36, atau pukul 10.36, dan diperkirakan tiba di bandara Ilaga pukul 02.09 atau 11.09, dan airborn 01.33 estabilsed contact 01.54  dan estimasi waktu tiba di Ilaga 02.09.

Dari data yang didapat, di perkirakan ada pada 16 DME 040 Radial dari Timika dan 28 Notical Mile 053 elvasi 7 ribu diikuti oleh pesawat Jhonlin PK JBC.

“Sementara kita masih berkoordinasi dengan pihak otoritas baik dari Airnav pusat, Airnav Sentani maupun otoritas bandara udara wilayah 10,” kata Andi. (cr13).

share on:

Leave a Response