Komisi A Berharap Mahasiswa Mimika Diseluruh Indonesia Tetap Belajar

share on:
Markus Timang Foto : Ryeno guritno/ HP

Timika, HP

Menanggapi adanya isu adanya intimidasi yang didapat oleh pelajar dan mahasiswa Papua khususnya Mimika sehingga minta dipulangkan, Komisi A DPRD Mimika meminta kepada para pelajar terebut untuk tetap belajar dan menempuh pendidikan hingga selesai.

Ketua Komisi A DPRD Mimika Markus Timang menegaskan agar mahasiswa jangan termakan isu-isu yang tidak bertanggung jawab yang bisa mengganggu belajar sehingga sekolah yang mereka tempuh tersebut akan sia-sia jika termakan isu tersebut dan pulang ke Timika.

“Ada tujuan apa mereka pulang, jika memang karena situasi keamanan dan tidak mendapat jaminan keamanan ya boleh pulang. Tapi kalau termakan isu saja dan sebenarnya tidak terjadi apa-apa kenapa pulang itu tidak boleh kalian harus tetap belajar,”ungkap Markus disela sela Rapat Paripurna II Masa Sidang III di kantor DPRD Mimika, Rabu (11/9).

Menurut Markus, anak-anak Papua khususnya Mimika yang memilki kesempatan untuk meniniba ilmu di luar Papua merupakan generasi harapan Papua bahkan bangsa kedepan. Oleh sebab itu dengan kesempatan itu harus dimanfaatkan dengan baik karena tidak semua anak-anak Papua dapat kesempatan.

“Kalian generasi penerus kami bagi kemajuan Papua dan bangsa ini ada ditangan kalian, jangan kalian terpengaruh mereka yang tidak jelas karena mereka ingin kalian bodoh. Kalau kalian pulang karena isu itu konyol, kalian rugi dan resiko yang akan menimpa kalian ya tanggung sendiri nantinya,” tegas Markus.

Markus mengimbau kepada seluruh pelajar Mimika yang ada di seluruh Indonesia untuk tetap tenang dan cerdas dalam menanggapi isu-isu yang tidak benar. Pihaknya meminta agar para pelajar untuk tetap berkonsentrasi dalam melakukan studi tersebut dan jangan terpengaruh terhadap isu-isu yang tidak benar seperti yang terjadi sekarang.

“Anak-anakku tetap belajar, tetap tenang dan menjalankan perkuliahan maupun yang sekolah SMP dan SMA seperti biasa. Jangan sia-siakan kesempatan kalian untuk bisa menjadi generasi penerus Papua dan bangsa,” tuturnya.

Markus menambahkan masalah yang terjadi lalu sudah selesai dan aksi protes yang terjadi kemarin adalah hal yang biasa dan hanya cukup sampai disitu saja. Jika ada hal-hal lain yang terjadi kemabali itu adalah kepentingan lain yang menunggangi permasalahan yang sudah selesai tersebut. Oleh sebab itu untuk masalah kepentingan lain itu lebih baik diserahkan kepada pemerintah dan aparat keamanan untuk menanganinya.

“Aksi protes yang kemarin terjadi dimana-mana di Papua itu sudah selesai kalau ada yang lain itu tujuannya lain, jadi tidak perlu terpengaruh tetap belajar saja. Karena semua sudah ditangani oleh Pemerintah dan penegak hukum,” ujarnya.(reg)

share on:

Leave a Response