Kurang Rp 2 Miliar, Disperindag Capai Target Penerimaan Retribusi

share on:
Inosensius Yoga Pribadi Foto : Ryeno guritno/ HP

Timika, HP

Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) kabupaten Mimika,  Inosensius Yoga Pribadi menegaskan masih kurang sekitar Rp 2.152.889.000 yang harus dikejar dalam sisa waktu beberapa bulan oleh Dinas Perindustrian dan perdagangan (Disperindag) agar bisa mencapai target penerimaan retribusi yang ditargetkan.

Menurut Inosensius realisasi retribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang di kelola Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika dari Januari hingga September 2019 mencapai Rp 1.943.287.000 dari target Rp 4.096.176.000.

“Penerimaan retribusi tahun 2019 ini masih tersisa Rp 2.152.889.000 yang harus dikejar lagi dengan sisa waktu beberapa bulan lagi agar bisa mencapai target yang dibebankan kepada Disperindag,” kata Yoga saat  dihubungi via telepon,Rabu (9/10).

Dijelaksan Inosensius, sejak adanya penertiban pedagang di pasar sentral membuat penerimaan menurun. Karena, lapak pedagang dibongkar sehingga penarikan retribusi yang selama ini rutin dilakukan sempat terhenti lantaran ada pedagang yang tidak berjualan.

“Pastinya akan turun penerimaannya, karena ada pedagang yang kami selalu tarik retribusi karena lapaknya dibongkar dan tidak ada tempat maka pedagang itu tidak berjualan. Ada juga pedagang yang pindah sehingga buat penarikan retribusi jadi tidak tertata,”tutur Inosensius.

Namun, kata Inosensius di tahun 2020 mendatang  jika semua pedagang dikumpul menjadi satu di Pasar Sentral baik dari eks Pasar swadaya, Gorong-gorong dan Pasar Damai maka target penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi dipastikan akan bertambah.

Adapun item-item retribusi yang dikelola Disperindag tambah Inosensius adalah, retribusi jasa umum yang terdiri dari retribusi pelayanan persampahan pasar, retribusi pelayanan pasar dan retribusi pelayanan tera ulang serta retribusi perijinan tertentu  yang terdiri dari rekomendasi dan lain-lain.

Dengan rincian, target retribusi jasa umum tahun 2019 ini ditarget sebesar Rp596.176.000, retribusi pelayanan persampahan pasar ditarget sebesar Rp55.000.000, retribusi pelayanan pasar targetnya sebesar Rp511.851.000 dan retribusi pelayanan tera ulang targetnya sebesar Rp29.325.000. Sementara, retribusi perijinan tertentu targetnya sebesar Rp3.500.000.0000.

“Untuk bulan September realisasi retribusi pelayanan pasar mencapai Rp42.063.000, pelayanan persampahan capai Rp4.215.000, pelayanan tera ulang capai Rp6.400.000 dan retribusi rekomendasi lain-lain capai Rp104.157.000,”tutur Inosensius.

“Penerimaan untuk retribusi tera ulang dan rekomendasi lain-lain pada bulan Agustus tidak ada penerimaan, tapi bulan September kemarin ada pemasukan di bulan Agustus untuk dua item itu sehingga penerimaan kita bulan September ada peningkatan,”jelasnya.

Tambahnya, target retribusi tahun ini masih sama dengan tahun lalu, tidak ada perubahan bahkan tahun 2018 lalu pihaknya over target. (reg)

share on:

Leave a Response