Markus Timang Akui Kinerjanya Sebagai Anggota DPRD Gagal

share on:
Markus Timang/Ryeno guritno/ HP

Timika, HP

Anggota Komisi A DPRD Mimika Markus Timang mengaku, merasa menyesal karena   kinerjanya bersama anggota DPRD lainnya gagal terutama pada tahun anggaran 2018 kemarin. Pasalnya DPRD Mimika dan Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika sering mengabaikan kebutuhan masyarakat Mimika.

“Misalnya dalam hal perekonomian yang dikatakannya belum berjalan dengan maksimal. Sampai saat ini saya lihat tidak ada yang terjadi (terlaksana). Mohon maaf kepada rakyat Kabupaten Mimika apabila kinerja kami tidak maksimal,”kata Markus di Kantor DPRD Mimika, Jumat (10/1)

Menurut Markus,  banyak hal yang berkaitan dengan isu perekonomian belum dijalankan maksimal baik dalam pengawasan maupun dalam pembangunan. Ia mencontohkan, pokok pikiran dewan yang dijaring dari masyarakat pada kenyataannya belum banyak yang berjalan.

“Padahal itu harus dibahas bersama dengan OPD-OPD yang berkaitan termasuk yang ada dalam Musrembang,” tuturnya.

Markus mengungkapkan, hal inilah yang membuat dirinya menyesali karena pelayanan pemerintah kepada masyarakat belum berjalan maksimal. Tetapi jika teman teman dewan lainya merasa bahwa kinerja dewan berhasil itu hak mereka.

“Saya mohon maaf kalau teman-teman DPRD lainnya mau mengkritik silahkan, tapi saya pribadi menyesal karena saya gagal sebagai tokoh rakyat. Hal-hal ini saya lihat sudah semrawut. Kalau DPRD mendatang sudah ada, saya mohon hal-hal ini bisa dilihat,” ungkaprnya.

Markus menambahkan selain masalah perekonomian masih ada masalah seperti peredaran miras dan judi yang berjalan. Hal-hal itu menurutnya akan menimbulkan masalah kedepan dan akan menimbulkan gejolak sementara jawaban untuk menangani hal tersebut sampai saat ini masih minim. Masalah lain yang disebutkannya yakni berkaitan dengan masalah tarif dan angkutan transportasi yang belum punya kekuatan hukum tetap yang memihak kepada masyarakat Mimika.

“Tidak ada yang perhatikan dengan baik masyarakat semua aspirasi masyarakat yang kita perjuangkan hanya segelintir saja yang di dengar oleh pemerintah. Kepada siapa lagi masyarakat ini akan mengusulkan hal-hal seperti ini bisa diselesaikan,” ujarnya.(reg)

share on:

Leave a Response