Masuknya Narkoba ke Timika , DPRD Menduga Oknum Petugas Bandara ‘Bermain’

share on:
Yelinus Mom Foto : Ryeno guritno/ HP

Timika, HP

Kalangan anggota DPRD Mimika menyoroti seringnya penangkapan pelaku pengedar narkoba beserta barang buktinya yang dipasok dari luar Timika lewat jalur udara. Padahal ketatnya penjagaan di bandara saat pemeriksaan penumpang, seharusnya tidak menjamin penyelundupan narkoba.

Karena itu, kalangan DPRD Mimika menduga adanya permainan oknum petugas bandara sehingga barang haram tersebut sering lolos dan beredar bebas di Timika.

“Selalu saja jika tertangkap, narkoba itu sudah beredar di Timika yang dikirim dari luar lewat transportasi udara. Itu kita pertanyakan, ini semua permainam siapa?” tegas anggota Komisi A DPRD Mimika Yelinus Mom di Kantor DPRD Mimika, Jumat (24/5).

Yelinus pun mempertanyakan buat apa jika setiap penumpang yang akan menggunakan transportasi udara harus digeledah secara ketat. Bahkan sampai ikat pinggang dibuka, jam tangan, dan isi saku celana pun diperiksa.

“Tetapi kenapa barang narkoba masih bisa masuk ke Timika lewat bandara? Kenapa barang haram itu sampai di Timika baru bisa ditangkap? Kalau petugas bandara betul-betul serius dan teliti saat geledah, seharusnya narkoba tidak mungkin bisa sampai beredar di Timika,” ungkapnya.

Yelinus menyebut, masuknya narkoba ke Kabupaten Mimika yang dilakukan oknum-oknum tak bertanggung jawab bisa merusak masa depan generasi muda.”Bukan hanya di bandara, di pelabuhan juga harus diperiksa ketat. Selain itu, pesawat cargo pengiriman juga diperiksa, karena rawan juga,” ujarnya.

Lebih jauh, Yelinus mengapresiasi kinerja Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Mimika yang telah berulangkali mengungkap peredaran narkoba di Kabupaten Mimika.

Untuk itu, Yelinus mengajak semua elemen di Kabupaten Mimika untuk mendukung BNNK dalam melakukan pemberantasan dan pengendalian peredaran narkoba di daerah ini.

“Kami berikan apresiasi kepada BNN Mimika dalam mengungkap peredaran narkoba dan menangkap pelakunya. Tetapi sangat disayangkan jika kita tidak bersama-sama mendukung BNN, akhirnya barang haram itu bisa masuk bebas ke daerah ini,” kata Yelinus.

Diberitakan sebelumnya, BNNK Mimika mengungkap modus baru peredaran narkotika jenis sabu di Kota Timika. Modus operandi baru itu terungkap melalui penangkapan tersangka berinisial RC pada Kamis (2/5) lalu.

Kepala BNNK Mimika Komisaris Polisi (Kompol) Mursaling mengungkap 7,12 gram sabu yang diamankan dari RC dikendalikan dari Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Modusnya, RC menghubungi seseorang bernama HS di Makassar untuk memesan sabu.

Barang bukti narkotika jenis sabu yang diamankan dari tersangka RC itu pun sudah dimusnahkan oleh BNNK Mimika  pada Kamis (23/5) kemarin. (reg)

share on:

Leave a Response