Masyarakat Mimika Nyatakan Sikap Jaga Perdamaian

share on:
Foto bersama Wakil Bupati dan Forkompimdah dan elemen masyarakat setelah penandatanganan Deklarasi Damai di Gedung Eme Neme Yaware,Kamis (12/9) Marsel/Harian Papua

Timika, HP

Pemerintah Kabupaten Mimika dan seluruh elemen masyarakat menyepakati untuk tetap menjaga Kabupaten Mimika agar tetap aman dan damai. Kesepakatan tersebut tertuang dalam 10 pernyataan sikap yang ditandatangani oleh Bupati Mimika, seluruh pimpinan daerah serta seluruh elemen masyarakat yang berlangsung di Gedung Eme Neme Yaware, Kamis (12/9).

Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto, S.IK, MH mengatakan, deklarasi damai yang difasilitasi oleh Polres Mimika  yang dihadiri oleh Pemkab Mimika, komandan satuan dan elemen masyarakat untuk melakukan konsolidasi dan mempererat tali persaudaraan pasca pesta demokrasi beberapa waktu lalu juga menyikapi beberapa kejadian yang terjadi beberapa hari terakhir.

Menurutnya, pesta demokrasi telah selesai yang mana perbedaan pandangan politik merupakan hal yang biasa, dan sebaiknya dilupakan untuk menyongsong hari depan Mimika yang lebih baik.

“Hari ini kita melaksanakan acara deklarasi damai, dimana kita mengundang dari Forpimdah dan seluruh elemen masyarakat untuk konsolidasi, silaturahmi, karena beberapa waktu lalu kita sempat terpisah dari kepentingan politik pemilu 2018 dan 2019 dan sudah selesai semua sampai pelantikan bupati dan akan dilantik legislatif,” kata Kapolres.

Terlepas dari adanya aksi unjuk rasa tanggal 21 Agustus lalu, sebaiknya tidak dilakukan dengan cara aksi demo yang bisa saja berujung anarkis, namun bagaimana pemerintah membuka ruang dialog sehingga semua permasalahan yang terjadi bisa diselesaikan dengan baik.

“Ada permasalahan unjuk rasa kemarin itu kita buka dalam bentuk forum dialog dan mendapat dukungan dari semua masyarakat Mimika,” ungkapnya.

Ia berharap deklarasi yang dilakukan saat ini bukan hanya formalitas atau seremonial belaka tapi bagaimana inti dari deklarasi tersebut yang harus diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara

“Semoga deklarasi damai ini tidak hanya sekedar formalitas dan seremonial belaka tapi perpoin bisa kita implementasikan dalam pelaksanaan kita sehari-hari sesuai dengan gugus tugas kita,” harapnya.

Sementara itu Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob, S. Sos. MM dalam sambutannya mengatakan, kegiatan tatap muka yang dilakukan saat ini dinilainya sangat positif dan tidak hanya dilakukan ditingkat pimpinan tapi sebaiknya dilakukan kelompok, paguyuban dan LSM agar deklarasi damai yang dilaksanakan bisa diimplementasikan disemua lini.

“Kegiatan seperti ini saya kira harus ada dialog-dialog dengan kelompok-kelompok masyarakat, suku supaya menjaga deklarasi yang kita canangkan hari ini,” kata Wabup.

Sebab. menurutnya, masyarakat Mimika sangat heterogen atau campuran berbagai suku bangsa agama ras, yang mana hampir seluruh perwakilan masyarakat di dunia ada di Indonesia, sehingga deklarasi damai tersebut harus digaungkan dari Mimika sebagai tolak ukur sebuah kota yang damai di Mimika.

“Masyarakat Mimika ini sangat heterogen, kalau mau dibilang Kabupaten Mimika ini hampir seluruh masyarakat di dunia ini ada disini sehingga Mimika harus dijadikan sebagai barometer untuk bisa menjaga kedamaian dalam kehidupan bermasyarakat dan ¬†bernegara,” terangnya. (cr13/sel)

share on:

Leave a Response