Menjelang Hari Raya Natal, BPOM Awasi Penjualan Parsel

share on:
Herianto Baan/ Foto : Ryeno Guritno/HP

Timika, HP

Menjelang perayaan Hari Raya Natal 25 Desember, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM)  melakukan pengawasan ketan terhadap makanan minuman ringan menjelang natal dan tahun baru.

Pengawasan tersebut ditekankan pada makanan dan minuman yang terdapat pada Parsel. Hal tersebut untuk mencegah adanya parsel-parsel yang berisi produk-produk yang sudah kedaluarsa atau mendekati kedaluarsa.

“Selain minuman keras dan obat-obatan. Produk-produk yang rawan kadaluarsa yakni mie instan, mimuman ringan dan bumbu-bumbu dapur, yang benar-benar kami awasi menjelang natal adalah Parsel,” kata Kepala BPOM Herianto Baan di kantor Dinas Ketahanan Pangan, Jumat (13/12).

Herianto menjelaskan, bahwa untuk parsel sebaiknya di dalamnya berisi produk-produk minimal batas kadaluarsanya harus enam bulan sebelumnya. Hal tersebut di karenakan masyarakat yang mendapatkan atau membeli bingkisan parsel sangat jarang langsung di konsumsi kebanyakan oleh masyarakat terlebih dahulu disimpan beberapa lama selanjutnya baru di konsumsi.

“Karena makanan yang ada di Parsel  tidak langsung dikonsumsi tetapi disimpan terlebih dahulu dan dibuka pada saat Natal dan Tahun Baru,” jelasnya.

Herianto mengungkapkan  BPOM setiap tahunnya melakukan intensifikasi pengawasan terutama menjelang hari raya bahkan secara rutin dilakukan baik sebulan maupun seminggu sekali. Pihaknya melaksanakan pengawasan tahap pertama dan ditemukan produk kadaluarsa di lima sarana baik kios maupun toko.

“Yang ditemukan akan diberi peringatan dan jika sudah berulang terjadi maka diberi peringatan keras. Jika terulang lagi maka akan ditindak tegas seusai aturan hukum yang berlaku,” ungkapnya.

Herianto menambahkan bahwa pihaknya kalau produknya ditemukan kadaluarsa, langsung dilakukan dimusnahkan di tempat. Pemilik yang memusnahkan kecuali kalau ada indikasi kesengajaan menjual produk kadaluarsa maka dapat ditindak hukum.

“Kalau ada yang kedaluarsa ya langsung dimusnahkan seperti contohnya minuman soft dirink,”ujarnya.(reg)

share on:

Leave a Response