Merasal Kesal, Dewan Minta Pegawai Sekwan Tinggalkan Kantor DPRD

share on:

Timika, HP

Karena kesal dan merasa dilecehkan dengan tidak pernah berkantor dan tidak melayani tugas-tugas dewan, anggota DPRD Mimika saat hendak melaksanakan rapat koordinasi dengan utusan Kementrian Dalam Negeri tiba-tiba mengusir dan meminta agar pegawai dilingkup Sekretariat Dewan yang baru hadir untuk tinggalkan kantor DPRD Mimika, Kabupaten Mimika,Papua, Selasa  (10/5).

“Mereka pegawai Setwan itu tidak pernah masuk tiba-tiba muncul.Mungkin mereka dengar bahwa dari utusan Mendagri datang. Makanya kita spontanitas marah dan mengusir mereka,” kata ketua komisi B Viktor kabey kepada Harian Papua dikantor DPRD usai melakukan pengusiran pegawai Setwan.

Viktor menambahkan dirinya bersama anggota dewan lainnya sangat  kesal dan kecewa sebab menilai pegawai selama ini tidak menghargai dan menghormati dewan.

“Itu tadi untung tidak sampai ada pemukulan karena semua anggota dewan sangat emosi sekali. Mereka sama sekali tidak menghargai kita buat apa datang kesini lebih baik diusir saja. Enak saja ketika ada orang kementrian datang baru kelihatan itukan namanya melecehkan kita sebagai dewan dan wajar jika kita marah,” ungkapnya.

Viktor juga mengatakan bahwa pegawai Setwan mengetahui apabila dari kementrian dalam negeri datang kekantor DPRD. Menurutnya yang tadinya selama ini kantor Sekwan kosong dan terkunci tiba-tiba banyak pegawai datang dan berkantor.

“Tiba-tiba dikantor ramai ketika kementrian dalam negeri meninjau gedung DPRD dan masuk kekantor.Mereka sudah ada pake pakaian dinas lengkap. Ternyata mereka datang sembunyi-sembunyi ketika kita masuk ruang paripurna mereka satu persatu masuk,”keluhnya.

Ketika ditanya mengenai status pegawai Setwan setelah di lakukan pleno Viktor mengatakan, bahwa nantinya DPRD akan melakukan rapat untuk membahas masalah pegawai di lingkup Sekretariat DPRD.

“Menurut petunjuk dari mendagri yang sempat kita bahas bahwa pertimbangan untuk mengusulkan pejabat didewan harus mempertimbangkan usul dari DPRD yaitu ketua DPRD kemudian ketua akan menerima pertimbangan fraksi-fraksi. Nanti setelah pleno kami fraksi-fraksi mengadakan rapat dan mengusulkan kepada ketua DPRD pimpinan Setwan, yang jelas nanti semua akan kami usulkan untuk diganti,” tuturnya.(ren)

share on:

Leave a Response