MUI Menolak Dan Mengharamkan Segala Bentuk Tndakan Teror

share on:

Timika, HP

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Timika dengan tegas menolak dan mengharamkan segala bentuk tindakan teror yang marak terjadi di tanah air termasuk yang terjadi di Timika.

Ketua MUI Mimika, Ketua MUI Mimika, Ustadz Muhammad Amin AR SAg  memberi apresiasi kepada aparat kepolisian yang cepat menangkap terduga pelaku dan mengamankan barang bukti berupa bahan peledak yang terjadi pada Sabtu (5/5) lalu di Kampung Limau Asri SP 5, Distrik Iwaka, kabupaten Mimika,Papua.

“Dalam perkara tindak terorisme, katanya, sikap MUI jelas, menolak dan mengharamkan segala bentuk tindakan teror. Hal itu tertuang dalam Fatwa MUI nomor 3 tahun 2004 tentang Terorisme. Fatwa tersebut membedakan secara tegas konsepsi jihad dan tindakan teror. Sayangnya, konsepsi jihad seringkali dipahami secara salah lalu dijadikan dasar melakukan teror terhadap kemanusiaan,”tegas Ustaz Amin saat memimpin pertemuan dengan para mubalig Timika membahas persoalan keummatan di Gedung Serba Guna Masjid Agung Babussalam, Sabtu (12/5).

Kepada para ulama ia berpesan agar ikut meminimalisir, dengan cara sederhana yakni mendakwahkan Islam yang rahmatan lil alamin dan memperhatikan lingkungan terutama terhadap orang-orang baru.

Dijetambahkan Ustaz Amin, bahwa jihad sesuai ijtima’ ulama mengandung pengertian ishlah atau perbaikan. Sementara terorisme adalah bentuk tindak kejahatan luar biasa atau extraordinary crime terhadap kemanusiaan.

Islam sebagai rahmat bagi alam semesta atau rahmatan lil alamin, kata Ustadz Amin jelas dan tegas menolak segala bentuk tindakan teror.

“Kita umat Islam garda terdepan (melawan teror-Red), itu karena salah memahami (ajaran-Red) dan Islam melarang itu,” katanya.

“Terorisme itu seperti virus, kayak benalu. Mereka mererkrut anak muda. Sekarang pendekatan harus lebih banyak kepada anak muda,” kata Ustadz Amin.

Kepala Bimas Islam Kemenag Mimika, Muhammad Ahdin menyarankan hal serupa, warga cepat melapor ke pihak berwenang jika menemukan hal atau perilaku mencurigakan di lingkungannya. Sayang instansinya tak bisa berbuat banyak, yang menurutnya karena keterbatasan anggaran.

“Sejauh ini kami tak pernah terima laporan. Bahkan saya tahu kalau ada yang ditangkap, itu nanti di sini,” katanya.  (bur)

share on:

Leave a Response