Pemkab Akan Data Jumlah Mahasiswa, 15 Pelajar Telah Kembali ke Kota Studi

share on:
Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob Foto: Evan Soenarie/HP

Timika,HP

Pemerintah Kabupaten Mimika terus melakukan upaya pendekatan dengan akan mendata semua mahasiswa yang kembali ke Timika, walaupun sejauh ini sudah sebanyak 15 mahasiswa yang kembali ke kota sutdi masing-masing.

Hal ini dilakukan dengan tujuan memberikan kesempatan dan peluang kepada putra dan putri asli Papua untuk menimbah ilmu hingga selesai dan berhasil meraih impian mereka.

Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob saat ditemui wartawan di Hotel Grand Tembaga, Kamis (19/9) mengatakan, bahwa pihaknya akan melakukan pendataan terhadap sejumlah mahasiswa yang sudah terlanjur pulang ke Timika karena merasa takut akibat dugaan intimidasi yang mereka peroleh dikota studi mereka.

“Inilah yang akan kita verifikasi. Jumlah mereka yang banyak harus didata ulang. Apakah mereka benar-benar mahasiswa kita atau mahasiswa dari luar lalu mengaku sebagai mahasiswa dari Timika,” tuturnya.

Untuk itu, pihaknya akan menggelar rapat koordinasi dengan Lembaga Pengembangan Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK) selaku lembaga yang mengirimkan mahasiswa terbanyak dari Timika, TNI/Polri serta yayasan lainnya untuk duduk bersama-sama mencari solusi atas masalah tersebut.

“Besok (hari ini-red) kita akan gelar rapat dengan LPMAK, TNI/Polri dan beberapa lembaga lainnya untuk segera bentuk tim yang nantinya akan melakukan kunjungan ke masing-masing kota studi yang terbagi dari empat zona di seluruh wilayah Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto, S, IK, MH mengatakan, sebanyak 15 orang yang merupakan pelajar telah dikembalikan ke kota studi di Lokon pasca adanya intimidasi yang dialami pelajar-pelajar tersebut, setelah ada kerjasama antara pihak keamana, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika dan LPMAK.

“Iya ada beberapa pelajar dan mahasiswa yang dipulangkan kita bekerjasama dengan LPMAK dan Pemda,” kata Kapolres Mimika di Eme Neme Yaware, Kamis (19/9).

Ia menjelaskan 15 pelajar dan mahasiswa yang dikembalikan tersebut diantaranya, 5 orang yang dibiayai oleh Pemkab Mimika dan 10 orang dibiayai oleh LPMAK, sehingga total keseluruhan sebanyak 15 orang.

“Yang dari Pemda 5 orang dan LPMAK 10 orang, jadi semua 15 orang,” jelasnya. (zhu/cr13)

share on:

Leave a Response