Pemkab Mimika Didukung Freeport Adakan Malam Renungan AIDS 2019

share on:
MRAN - Suasana Malam Renungan AIDS Nusantara (MRAN) 2019 yang dilakukan Pemkab Mimika dan didukung PT Freeport Indonesia di di halaman Puskesmas Kwamki Baru, Jumat (24/5). Foto : Ryeno guritno/ HP

 

Jumlah kasus HIV-AIDS di Kabupaten Mimika

hingga Desember 2018 sudah mencapai 5,583 kasus

dengan tingkat prevalensi HIV-AIDS cukup tinggi di Indonesia

 

Timika, HP

Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Puskesmas Kwamki Baru yang didukung CHD PT Freeport Indonesia dan ISOS PHMC menggelar Malam Renungan Aids Nusantara (MRAN) Tahun 2019. Kegiatan tersebut dipusatkan di halaman Puskesmas Kwamki Baru, Jumat (24/5).

Kegiatan MRAN itu melibatkan Polsek Mimika Baru, Gereja Katedral Timika, GKI Ebenhaezer, Gereja Kingmi,  Asrama Putri Putra, Remaja Pemuda Masjid Al Furqan, Papua Care, Kerukunan Keluarga Besar Sulut, SPSI PTFI, Universitas Timka, Amamapare, Poltekes Kemenkes Timika, Relawan AIDS Mimka.

Selaku Panitia MRAN 2019, Kepala Puskesmas Kwamki Baru, Maria Yosinta R MKes mengungkapkan jumlah kasus HIV-AIDS di Kabupaten Mimika hingga Desember 2018 mencapai 5,583 kasus dengan tingkat prevalensi HIV-AIDS cukup tinggi di Indonesia.

Menurut Maria, untuk menekan angka kasus tersebut, sangat diperlukan usaha peningkatan pemahaman dan kepedulian masyarakat setempat bersama keluarganya mengenai HIV-AIDS dan penyakit menular seksual lainnya.

“Informasi mengenai HIV-AIDS dan meningkatnya kepedulian mengenai isu tersebut, diharapkan masyarakat dan keluarganya turut berperan aktif upaya pencegahan serta penanggulangan HIV-AIDS dan penyakit menular seksual lainnya,” kata Maria dalam sambutannya.

Maria menjelaskan, guna meningkatkan efektivitas gerakan penanggulangan dibentuklah panitia bersama MRAN 2019, yang beragendakan kegiatan-kegiatan promotif dilaksanakan bisa lebih terkoordinir dan tepat sasaran. Panitia ini merupakan Stakeholder-Stakeholder yang peduli dgn Penanggulangan HIV AIDS di Kabupaten Mimika dan masyarakat yang tergerak hatinyá untuk menolong sesama manusia.

“Terutama para staf yang bekerja di lingkungan pemerintahan, swasta, dan lainnya untuk ikut serta merangkul orang dengan HIV-AIDS (ODHA) untuk menghilangkan stigma dan diskriminasi di lingkunganmasyarakat sekitarnya,” ujarnya

Maria menambahkan, dengan semangat kebersamaan dan bersatu dalam bertindak sesuai tema kegiatan tersebut yakni “Intensifying the fight for health and human right” dan sub tema yaitu “Bersama dan bersatu dalam mencegah stigma dan diskriminasi serta penegakan hak asasi manusia akan bisa menekan laju perkembangan HIV”.

“Saya yakin dan percaya kita bisa menekan laju perkembangan HIV-AIDS di tanah Mimika, dan dengan momen bulan puasa kita bersama bergandeng tangan untuk memerangi virus ini,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Program Public Health CHD PTFI H Sutoyo mengatakan, bencana AIDS merupakan tantangan bagi Pemkab Mimika dan Freeport Indonesia untuk merangkul berbagai pihak agar bisa mengubah perilaku negatif menjadi perilaku positif, sehingga bisa terhindar dari bencana AIDS.

“Ini menjadi tantangan bersama, dan mudah-mudahan terus ke depan. Selain kita merenung, tetapi ada langkah-langkah yang harus kita lakukan lebih baik lagi, sehingga korban bisa berkurang dan itulah prestasi kita sebagai mitra,” kata Sutoyo dalam sambutannya.

Kegiatan MRN 2019 itu ditutup dengan renungan yang dibarengi dengan menyalakan lilin oleh semua peserta yang hadir, serta diiringi dengan alunan musik dan puisi-puisi terkait renungan Aids Nusantara. (reg)

share on:

Leave a Response