Pemkab Mimika Segera Buka Ekowisata Mangrove Poumako

share on:
Rapat koordinasi membahas pembukaan, pengelolaam serta paling jangka panjang Ekowisata Mangrove Poumako/ Foto : Ryeno Guritno/HP

Timika, HP

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika akan segera membuka tempat wisata Ekowisata Mangrove Poumako, distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika, Papua yang ada di areal Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Poumako.

Persiapan segera di bukanya Ekowisata tersebut dilakukan rapat koirdinasi yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati (Wabup) Mimika Johannes Rettob di ruang rapat kantor Badan perencanaan pembangunan daerah (Bapeda), di Jalan Poros Cendrawasih SP 2, pada  Rabu (22/1).

Dari pantauan Harian Papua, dalam rapat koordinasi yang dihadiri oleh pihak-pihak terkait tersebut, selain membahas terkait persiapan pembukaan ekowisata mendengarkan masukan-masukan dari pihak -pihak terkait, juga di paparkan master plan Ekowisata Mangrove oleh Konsultan serta dipaparkan perencanaan pengelolaan pengembangan Ekowisata tersebut oleh Usaid Lestari.

Wakil Bupati (Wabup) Mimika Johannes Rettob usai rapat koordinasi mengatakan bahwa dari masukan-masukan maka dalam waktu dekat tempat wisata Ekowisata Mangrove tersebut akan di buka sementara. Untuk pengelolaannya sementara di serahkan kepada dinas terkait untuk melakukan pengelolaan.

“Dalam waktu dekat akan dibuka sementara untuk menjawab antusiasme masyarakat, tapi keputusan ini akan kami lakukan minggu depan,” ungkap Wabup.

Ia menuturkan bahwa untuk terkait regulasi untuk mendasari tempat wisata tersebut di buka pihaknya mengungkapkan bahwa Peraturan daerah (Perda) nya sudah ada, yaitu Perda retribusi untuk tempat rekreasi.

“Ternyata Perdanya sudah ada dan kita sekarang memikirkan lebih dulu bagaimana pengelolaannya. Akhirnya kita buka sementara dan sementara dikelola oleh Dinas terkait,” ungkapnya.

Wabup mengakui, pembangunan yang sudah dimulai tersebut sebenarnya untuk mengejar hajatan Pesparawi dan PON terlebih dahulu. Pembangunan tersebut baru dilakukan dengan progres 10 persen tetapi animo masyarakat terhadap tempat wisata tersebut sangat tinggi. Sehingga berbanding terbalik dengan apa yang direncanakan tersebut.

“Lihat saja masyarakat, wisata baru dibangun sedikit sudah berbondong datang. Berarti kita kalah cepat, tapi mau bagaimana. Mungkin disini kurang tempat hiburan,” ujarnya. (reg)

share on:

Leave a Response