Penataan Pasar Sentral Timika, Disperindag Minta Perpanjangan Waktu

share on:
PASAR SENTRAL – Kadisperindag Mimika Bernadinus Songbes mendampingi anggota DPRD Mimika Nurman Karupukaro saat memantau penataan Pasar Sentral Timika beberapa waktu lalu Foto : Ryeno guritno/ HP

Timika, HP

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Kabupaten Mimika Bernadinus Songbes meminta Bupati Mimika memberikan perpanjangan waktu hingga November 2019 dalam melakukan penataan pasar sentral. Pasalnya, hingga kini penataan pasar tersebut baru mencapai sekitar 85 persen.

Songbes meyakini jika diberikan perpanjangan waktu hingga 2 bulan ke depan, dipastikan penataan pasar tersebut bisa rampung 100 persen. Saat ini masih dilakukan pembangunan lapak semi permanen untuk para pedagang. “Saat kunjungan Wakil Bupati Mimika John Rettob beberapa waktu lalu, kami harap bisa diberikan tambahan perpanjangan waktu dua bulan lagi hingga November,” uajr Bernadinus Songbes  di Pasar Sentral, Jumat (13/9).

Menurut Songbes, pihaknya merincikan satu persatu untuk penataan kebersihan sudah mencapai 90 persen karena kerja tim sehingga dapat cepat selesai. Untuk penataan jalan dan lorong masih dalam proses, karena Dinas Pekerjaan Umum dengan pihak ketiganya dalam waktu dekat ini akan mulai mengaspal. Demikian pula pembangunan drainase dalam proses penylesaian.

Sedangkan penataan bangunan di pasar sentral baru capai 60 persen. Sehingga jika dirampungkan semua maka presentasi penataan pasar sentral sudah capai 85 persen. Namun, memang masih memerlukan tambahan waktu lagi agar benar-benar rampung 100 persen.

Songbes mengungkapkan untuk pembangunan jalan dan lorong dilakukan agar ada akses pedagang dan pembeli juga agar pembeli dan pedagang nyaman dalam berbelanja dan berjualan jika akses jalan bagus. “Kalau besok (hari ini) batas akhir dihentikan dan kami Disperindag jalan sendiri menata pasar ini, maka tidak akan bias. Karena kami menghadapi pedagang dari nusantara sehingga butuh tim agar tertata rapi,” ungkapnya.

Songbes menambahkan, bangunan yang dibangun adalah semi permanen, dan masih ada 22 ruko lagi yang kini dalam proses pembangunan. “Itu juga mekanisme pembayarannya langsung ke tukang. Pemerintah hanya menyiapkan lahan, lalu dibagikan kepada pedagang dan model bangunannya dari pemerintah. Jadi, semua pedagang model lapaknya sama,” ungkapnya.

Songbes menambahkan, untuk gedung A dan B, para pedagang masih modifikasi dan renovasi lagi. “Saat ini hanya kendala akses jalan saja. Jadi, kami masih lakukan penimbunan agar memperlancar akses kendaraan, sehingga pedagang dan juga pembeli bisa puas,” ujarnya. (reg)

share on:

Leave a Response