Pengidap HIV-AIDS di Mimika Tahun Ini 196 Orang

share on:

Timika, HP

Berdasarkan laporan hasil temuan dari 23 Puskesmas di Kabupaten Mimika, terhitung Januari – September 2019 tercatat sebanyak 196 Orang Dengan HIV-AIDS (ODHA). Sementara itu dalam kurun waktu 23 tahun tercatat ODHA mencapai 6 ribu lebih.

“Untuk sementara saya tidak bisa pastikan jumlah pengidap yang merupakan bayi, anak-anak, dewasa ataupun orang tua, karena itu berupa data. Tapi yang jelas, sejak Januari sampai September itu tercatat 196 ODHA. Kalau dari tahun 1995 sampai 2019 mencapai 6014  ODHA,” ungkap Kepala Seksi  Pengendalian  Penyakit  Manular  Dinas Kesehatan  (Dinkes) Kabupaten Mimika, Obet Magai, saat ditemui usai pertemuan notifikasi pada pasangan dalam layanan HIV-AIDS dan IMS Kabupaten Mimika, di Hotel Serayu, Kamis (7/11).

Obet menjelaskan, dasar kegiatan tersebut sebagai langkah strategis untuk mengurangi kesenjangan dan mendorong perawatan HIV sedini mungkin guna mendukung kepatuhan dalam proses terapi pada layanan kesehatan di Mimika.

Kegiatan itu juga untuk validasi data sejak tahun 2017, 2018 dan 2019. Selanjutnya mengevaluasi peningkatan kerja di setiap wilayah kerja. Sebab, Dinkes Mimika juga memiliki target 982 ODHA dan yang diketahui hasilnya ada sekitar 300-an. Itu berati perlu adanya peningkatan kolaborasi layanan pada KIA dan Poli Umum sehingga bisa mencapai target.

“Tapi untuk saat ini fast track tingkat nasional menunjukkan bahwa Mimika telah mencapai 177 ODHA. Itu berarti telah melebihi target. Untuk ODHA yang masuk perawatan juga telah mencapai target. Intinya kita di Mimika telah mencapai target secara nasional, tinggal kita perkuat pelayanan saja,” jelasnya.

Untuk tahun 2019, sebut Obet, ada empat pusat pelayanan HIV yang harus diaktifkan. Salah satunya di Puskesmas Mapurjaya, karena disesuaikan dengan luas jangkauan pelayanan dari Poumako sampai Kaugapu dan Ayuka. Sedangkan untuk Puskesmas Timika Jaya, Timika, dan Puskesmas Jile Ale sudah melakukan pelayanan tes dan pengobatan HIV.

“Sejak tahun 2017 seluruh Puskesmas di Mimika sudah melayani pemeriksaan dan pengobatan untuk pengidap HIV. Semua tenaganya sudah melalui pembinaan, baik dokter, analis maupun apoteker,” ungkapnya. (rik)

share on:

Leave a Response