Peringati Hari Buruh,Pekerja Ajukan Enam Tuntutan

share on:
Para pekerja membentang Spanduk yang isinya untuk Save Pekerja PT Freeport Indonesia saat memperingati Hari Buruh Internasional di Seputaran Lapangan Timika Indah, Timika,Papua, Senin (1/5) / FOTO : BURHANUDIN

Timika, HP

Ribuan massa dan simpatisan PC SPSI Kabupaten Mimika memadati lapangan Timika Indah peringati Hari Buruh International atau May Day pada hari ini, Senin (1/5).

Ada enam tuntutan dalam pekerja dalam peringatan May Day kali ini. Salah satunya, Pemerintah Indonesia harus bertindak cepat mengatasii permasalahan PT Freeport dan melindungi pekerja.

Tuntutan lainnya yakni, Cabut PP 78 tahun 2015 yang memiskinkan pekerja Indonesia, perbaikan layanan Jamsos agar layak dan manusiawi, hapuskan Outsourching dan pemagangan, wujudkan hak berserikat dan hentikan intimidasi dan kriminalisasi terhadap aktivis serikat pekerja indonesia agar hak berserikat terwujud serta tolak revisi uu no 13 tahun 2003 yang menghilangkan uang pesangon.

“Kita bisa sejahtera jika pekerja bersatu, terpecah belah hanya membuat kita tertindas,” Seru Ketua PC SPSI Mimika, Aser Gobai dalam orasinya.

Ia menegaskan saat ini 32 ribu pekerja di PT FI sedang mengalami penindasan dan perampasan hak. Maka semua pihak mesti bersatu agar PT FI jadi berkat bagi pekerja, warga Mimika dan Indonesia.

Selain orasi dan doa bersama, peringatan May Day di Timika juga diisi aksi teatrikal yang melukiskan penindasan dan kewenang-wenangan yang sedang dialami pekerja PT FI.

Ribuan pekerja dan sebagian keluarganya kemudian konvoi melalui Jalan Budi Utomo, berbelok ke Jalan Hasanuddin, lalu ke Jalan Yos Sudarso, menuju Jalan Cenderawasih dan kembali ke Lapangan Timika Indah.

Peringatan May Day dalam pengawasan aparat kepolisian, termasuk mengawal jalannya konvoi. Jajaran pimpinan SPSI sebelumnya telah mengingatkan massa untuk tetap menjaga kamtibmas sebagai pekerja terhormat. (bur)

share on:

Leave a Response