Perpustakaan Daerah Minim Pengunjung

share on:
Pengunjung Perpustakaan Daerah Mimika di Jalan Hasanuddin, Kamis 16 Mei 2016. Foto: bur/HP

Timika, HP

Perpustakaan Daerah yang terletak di Jalan Hasanudin sampai saat ini masih minim akan pengunjung. Hal ini sama di setiap wilayah Indonesia, minat baca buku masih rendah.

Kunjungan warga di Perpustakaan Daerah Mimika bisa jadi indikator. Data rekapan pengunjung tak pernah menyentuh angka 500 orang di setiap bulan selama 2019.

Pantauan Harian Papua Kamis (16/7) siang, jumlah pengunjung  tak sampai 10 orang. Padahal jumlah stok buku lumayan banyak, genrenya pun beragam. Dari hasil data bahwa perpustakaan Daerah Mimika saat ini memiliki sebanyak 26.054 buku, baik yang di dalam ruang pelayanan maupun yang keliling.

Kabar baiknya, rekap jumlah kunjungan per bulan meningkat selama 2019. Pada Januari jumlah pengunjung hanya 82 orang, naik 102 pada Februari, 207 pada Maret dan mencapai 288 orang pada April.

Membaca buku diamini banyak orang sebagai tata laku yang baik, tapi menjadikannya habit bukan perkara mudah. Setiap 23 April diperingati sebagai Hari Buku Sedunia, Indonesia menetapkan 17 Mei sebagi Hari Buku Nasional. Semua peringatan itu adalah momen pengingat betapa besar manfaat membaca buku.

“Pertama, saya bisa mendapat pengalaman dari si penulis buku. Kedua menambah wawasan di luar pelajaran sekolah. Dan ketiga, membantu meningkatkan kemampuan penguasaan bahasa,” kata Irna Kogoya, siswa SMAN 1 Mimika yang rutin mengunjungi perpustakaan dua minggu sekali.

Rekannya Intan Malioy yang juga senang membaca mengaku, mendapat banyak manfaat dari membaca, menambah wawasan yang lebih dalam misalnya.

“Baca buku lebih lengkap, baca di handphone bikin mata cepat rusak, buku bisa membantu,” ujar Intan.

Soal genre bacaan, Irna dan Intan sama. Keduanya menyukai buku sastra. Mereka bisa menghabiskan dua sampai empat buku sebulan.(bur)

share on:

Leave a Response