Polres Mimika Kembali Bekuk Pelanggar UU ITE

share on:

Timika, HP

Setelah menangkap dua oknum yang melanggar Undang-Undang Informasi Transasksi Elektronik (ITE) di media sosial (medsos) berbau provokatif beberap waktu lalu,  kini Polres Mimika kembali membekuk dua oknum  pelaku ujaran kebencian melalui media sosial (medsos).

Pengungkapan kasus tersebut disampaikan Wakapolres Mimika Komisaris Polisi (Kompol ) I Nyoman Punia didampingi Kasat reskrim Polres Mimika AKP Gusti Ananta dalam press release yang digelar di Kantor pelayanan Polres Mimika, Selasa (1/10).

Dalam jumpa pers tersebut, Polres Mimika menghadirkan kedua tersangka inisial TMW dan SYB beserta barang bukti dua buah handphone dan print kata-kata ujaran kebencian di medsos Facebook yang diduga melanggar UU ITE.

Wakapolres I Nyoman Punia menjelaskan tersangka TMW adalah seorang wanita yang diduga melakukan ujaran kebencian yaitu menghina Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto di medsos Facebook. Adapun kata-kata yang diposting tersangka di medsos, intinya mengomentari pembubaran bakar batu oleh Polres Mimika yang dilakukan mahasiswa karena tidak memiliki izin dari kepolisian, dan mengomentari pemberitaan dimana Kapolres melarang ornamen merah putih biru di Kabupaten Mimika

Kemudian tersangka SYB adalah seorang laki-laki, dimana telah beberapa kali memosting di Facebook yaitu berupa ujaran kebencian dan provokasi. Adapun isi postingan tersangka yang intinya membuat status dengan kata-kata berseberangan dengan NKRI, kemudian status yang mengandung provokasi dan menghina Kapolres Mimika dalam menjalankan tugas mengamankan Kabupaten Mimika.

“Ini terjadi pada tanggal 26 September 2019, dimana para tersangka ini memosting ujaran kebencian dan telah menghina aparat kepolisian terutama Bapak Kapolres Mimikia,” ungkap Wakapolres I Nyoman.

Kasat Reskrim Polres Mimika AKP Gusti Ananta menambahkan, selaku pelapor terhadap kasus tersebut adalah Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto. Adapun nomor Laporan Polisi (LP) 774 dan 775, dan kedua tersangka tersebut ditangkap di rumahnya setelah aparat Polres Mimika melakukan pengembangan.

“Setelah kami mengadakan gelar perkara, terpenuhi unsur melanggar Undang-Undang ITE, dimana mereka melakukan ujaran kebencian dengan memprovokasi masyarakat agar membenci aparat keamanan TNI-Polri dalam menegakkan hukum yang kurang pantas menurut mereka,” ungkap Gusti.

Kasat Reskrim mengungkapkan, kedua tersangka tersebut benar-banar telah melanggar UU dan dijerat dengan UU ITE Nomor 19 Tahun 2016 pasal 45a ayat 2 atau UU Nomor 11 Tahun 2008 dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara dan denda sebanyak Rp1 miliar. (reg)

share on:

Leave a Response